Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Momen Stagnasi

Penghujung September hampir di depan mata, dan saya baru update blog ini lagi.  Belum banyak ternyata yang saya posting. Rasanya baru kemarin saya berkeinginan bahwa tahun ini ingin menulis lebih baik lagi. Ternyata untuk rutin update alias setor postingan di sini saja, jauh dari kata baik. Kabar buruknya lagi, ternyata saya tidak cukup tangguh untuk membenahi dan menyelesaikan draf yang berserakan dalam folder.
Saya sangat kagum dengan teman-teman yang produktif dalam menulis. Mereka bisa menghasilkan banyak karya, bahkan dalam hitungan waktu yang cukup singkat. Sementara saya, bahkan ketika ide terkadang sudah berputar dalam isi kepala, tidak langsung menuliskannya. Mendiamkan hingga berhari-hari. Menunggu sampai pada akhirnya benar-benar berteriak untuk ditulis. Energi meledak inilah yang pada akhirnya mampu menggerakkan jari saya menekan kembali tuts keyboard, merangkaikan huruf menjadi kata hingga akhirnya bercerita. Seperti apa rasanya ketika meledak? Kau akan menemukanku menuli…

Move Up...

Terkadang ada hal-hal yang rasanya hanya cukup Allah dan diri kita sendiri yang mengetahuinya. Bukan "dipendam", namun diakui keberadaannya, diterima, dimaafkan dan dibereskan.
Tidakkah kita menyadari bahwa dalam setiap skenario hidup, Allah tidak menelantarkan kita dengan teka-teki tanpa petunjuk-Nya. Dia hadirkan sinyal-Nya untuk mengantarkan keyakinan dalam setiap hal yang kita putuskan -Fu
I will, not only I wish. Bismillah...



Alhamdulillah....

Segala puji padaMu ya Allah,  untuk nikmat sehat, kegembiraan, kebersamaan yang diberikan sampai hari ini  di pertengahan bulan Ramadhan 1434H...




Selamat ya Nduk.. atas kelulusan kalian, Yani dan Cepi. Semoga Allah mudahkan jalan untuk langkah berikutnya. Semangat mengabdi, memberi, semoga tidak luntur tergerus oleh perubahan jaman di negeri ini. Bu Guru muda, mana suaranya.. :)
Tante Ririe.. kost-an sepi tanpamu..haha. Jangan suka dimasukin hati ya becandaannya. Bukan benci, tapi itu tanda sayang karena tante sudah berbaik hati membukakan pintu kamar pada kami :P
Semoga bertambahnya usia di bulan ini,  bertambah pula berkah dan rejeki. Amin..
Penghuni kamar pojok dan lantai bawah, terimakasih atas ketidak protesannya terhadap teman saya yang datang bawa-bawa kembang api dan heboh sendiri *wink
Nahloo.. peluk-peluk :P

Kost-an Bunda, Pancoran Jaksel.




Mengejar Matahari, Hujan Petir dan Rasa Takut

17 November 2012, mengejar matahari terbit… 
Take off dari terminal 3 bandara Soekarno-Hatta, menuju ketinggian 35 ribu kaki DPL, perjalanan ke Denpasar Bali dimulai. Meninggalkan kerlip kota Jakarta yang masih lelap dalam tidurnya. Dingin kabut menemani temaram lampu bandara yang terlihat makin kecil. Ini adalah penerbangan paling pagi dalam hidupku, 4.30 WIB, yang mengharuskan keluar dari kosan jam tiga dinihari. 
Dari jendela pesawat, aku mengamati perubahan warna langit yang sedikit demi sedikit mengeluarkan semburat jingga kekuningan. Dimanakah batas horison itu, aku seperti tak menemukannya. Yang aku tahu bahwa langit mulai terang seiring arah pesawat menuju ke timur. Aku menikmati matahari terbit hari ini dengan cara yang berbeda, tidak lagi berpijak pada bumi. Berada di hamparan gumpalan-gumpalan awan putih. Dekat dengan langit. Begitulah cara Allah menyayangiku. Memperlihatkan lukisan terindahnya tanpa cela, memanjakanku dengan hangat sinar matahari yang menembus jendela. 


Dua h…

"Ma, Adek mau dimandiin...."

Cantik dan pintar. Gambaran sosok perempuan bernama Rani, yang telah menyelesaikan pendidikan S2 bidang hukum di Belanda. Pendidikan yang ditempuhnya lewat beasiswa. Mimpi dan angan sejak dulu yang bisa diwujudkannya. Senang dan bangga, tentu saja. 
Tidak butuh waktu lama untuk meraih tahap sukses berikutnya. Dia diterima bekerja di kantor kedutaan. Kebahagiaan berlanjut dengan pernikahan. Suaminya, sosok laki-laki yang begitu didambakan. Pintar, baik, mapan dan juga sederajat. Kehidupan pernikahannya juga jauh dari masalah. Suaminya memperbolehkan dan mendukung untuk berkarir. Setahun berikutnya, hadirlah seorang putra, momongan yang ditunggu oleh keduanya. Anak laki-laki mereka diberi nama Bagas. 
Kehadiran Bagas memberikan warna bagi kehidupan keluarga kecil ini. Bagas tumbuh menjadi anak sehat, lucu dan menyenangkan. Dia sangat mengerti dengan kedua orang tuanya yang bekerja. Jarang rewel dan tidak nakal. Bagas adalah hiburan buat ayah bundanya saat mereka capek pulang kerja. Baga…

Amalia, Rumah Cinta

Rumah Amalia, Rumah Cinta Kami
Rumah semua anak-anak yang penuh cinta
Tempat memahami, indahnya dengan cinta
Cinta pemberian Allah
dan hanya untuk Allah

Cinta sekaligus kekuatan kami
Kekuatan, dalam kebaikan

Membantu dan menolong sesama
Cara bagi kami menemukan cinta
Berbagi dan berdo'a sesama
di rumah Amalia

Ya Allah kami memohon cinta-Mu
cinta orang-orang yang mencintai-Mu
dan cinta kepada segala yangg akan
mendekatkan kami kepada cinta-Mu





Penggalan lirik lagu yang diciptakan Pak Agus Syafii masih terngiang dan menyenandungkannya dalam hati. Mengingat wajah-wajah lucu dan gelak tawa yang tiada berbeban. Tempat singgah selepas anak-anak pulang dari sekolah. Belajar agama, berbagi tawa dan cerita.

Semoga Ramadhan yang sebentar lagi tiba, memberikan rasa yang sama.




Cheers....

Lupakan sejenak segala macam teori bagaimana menggambar dengan cahaya secara baik dan benar. Bukankah cahaya sudah cukup terik bersinar saat peristiwa ini diabadikan. Mari berdamai.




Hey...for the cute girl behind this photo, look at me! Hebat ya saya bisa tersenyum dan bergaya seperti ini. Mudah mungkin buat orang lain. Tapi butuh perjuangan bagi saya agar bisa berdamai dengan mood dan merasa nyaman. Dan kamu bisa melakukannya terhadap saya, terlebih saat muka-muka polos menemani :)





Kamu hanya perlu membuat iri orang-orang dengan kamera yang kau bawa. Teori memotret, cahaya, exposure, aperture, shutter, komposisi, white balance, atau apapunlah, lupakan sejenak. Jangan tersiksa dengan segala penilaian dan komentar yang dilontarkan.  Kamu hanya perlu mengingat wajah-wajah yang sumringah dan menantikanmu, untuk diabadikan dalam momen yang menyenangkan.

"It is not what you are good at. It is about what you enjoy the most." (Rene Suhardono)


Astronot dan Bintang Terang

Assalamualaikum Cantik, 

Tante baru saja membuka file hasil ketikan Mba Atha   kemarin. Ada rasa haru, lucu, sekaligus kangen saat membacanya. Tulisan yang bercerita tentang liburan Mbak Atha bersama Mas Fikri dan Mas Hanif di awal tahun baru. Buat seumuran Mbak Atha yang masih duduk di bangku kelas satu SD, menulis setengah halaman merupakan hal yang luar biasa buat Tante. Sudah banyak kemajuan dalam hal menulis dan membaca. 
Tante masih ingat bagaimana dulu Mbak Atha susah payah belajar ngetik di laptop. Dengan kemauan keras, berusaha mencari huruf satu per satu di keyboard. Urutan abjadnya tidak sama dengan karton alfabet yang di tempel di dinding kamar. Menyusun huruf demi huruf menjadi sebuah kata, dan merangkaikannya menjadi sebuah kalimat. Setelah Tante rapikan, ternyata tulisannya menjadi tiga perempat halaman. Tante hebat kan? Haha…salah, ternyata tulisan Mba Atha belum pakai spasi, tanda baca, dan masih numpuk satu paragraf.
 “Tan, aku boleh istirahat nggak? Capek ngetiknya.”…