Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2013

Alhamdulillah....

Segala puji padaMu ya Allah,  untuk nikmat sehat, kegembiraan, kebersamaan yang diberikan sampai hari ini  di pertengahan bulan Ramadhan 1434H...




Selamat ya Nduk.. atas kelulusan kalian, Yani dan Cepi. Semoga Allah mudahkan jalan untuk langkah berikutnya. Semangat mengabdi, memberi, semoga tidak luntur tergerus oleh perubahan jaman di negeri ini. Bu Guru muda, mana suaranya.. :)
Tante Ririe.. kost-an sepi tanpamu..haha. Jangan suka dimasukin hati ya becandaannya. Bukan benci, tapi itu tanda sayang karena tante sudah berbaik hati membukakan pintu kamar pada kami :P
Semoga bertambahnya usia di bulan ini,  bertambah pula berkah dan rejeki. Amin..
Penghuni kamar pojok dan lantai bawah, terimakasih atas ketidak protesannya terhadap teman saya yang datang bawa-bawa kembang api dan heboh sendiri *wink
Nahloo.. peluk-peluk :P

Kost-an Bunda, Pancoran Jaksel.




Mengejar Matahari, Hujan Petir dan Rasa Takut

17 November 2012, mengejar matahari terbit… 
Take off dari terminal 3 bandara Soekarno-Hatta, menuju ketinggian 35 ribu kaki DPL, perjalanan ke Denpasar Bali dimulai. Meninggalkan kerlip kota Jakarta yang masih lelap dalam tidurnya. Dingin kabut menemani temaram lampu bandara yang terlihat makin kecil. Ini adalah penerbangan paling pagi dalam hidupku, 4.30 WIB, yang mengharuskan keluar dari kosan jam tiga dinihari. 
Dari jendela pesawat, aku mengamati perubahan warna langit yang sedikit demi sedikit mengeluarkan semburat jingga kekuningan. Dimanakah batas horison itu, aku seperti tak menemukannya. Yang aku tahu bahwa langit mulai terang seiring arah pesawat menuju ke timur. Aku menikmati matahari terbit hari ini dengan cara yang berbeda, tidak lagi berpijak pada bumi. Berada di hamparan gumpalan-gumpalan awan putih. Dekat dengan langit. Begitulah cara Allah menyayangiku. Memperlihatkan lukisan terindahnya tanpa cela, memanjakanku dengan hangat sinar matahari yang menembus jendela. 


Dua h…

"Ma, Adek mau dimandiin...."

Cantik dan pintar. Gambaran sosok perempuan bernama Rani, yang telah menyelesaikan pendidikan S2 bidang hukum di Belanda. Pendidikan yang ditempuhnya lewat beasiswa. Mimpi dan angan sejak dulu yang bisa diwujudkannya. Senang dan bangga, tentu saja. 
Tidak butuh waktu lama untuk meraih tahap sukses berikutnya. Dia diterima bekerja di kantor kedutaan. Kebahagiaan berlanjut dengan pernikahan. Suaminya, sosok laki-laki yang begitu didambakan. Pintar, baik, mapan dan juga sederajat. Kehidupan pernikahannya juga jauh dari masalah. Suaminya memperbolehkan dan mendukung untuk berkarir. Setahun berikutnya, hadirlah seorang putra, momongan yang ditunggu oleh keduanya. Anak laki-laki mereka diberi nama Bagas. 
Kehadiran Bagas memberikan warna bagi kehidupan keluarga kecil ini. Bagas tumbuh menjadi anak sehat, lucu dan menyenangkan. Dia sangat mengerti dengan kedua orang tuanya yang bekerja. Jarang rewel dan tidak nakal. Bagas adalah hiburan buat ayah bundanya saat mereka capek pulang kerja. Baga…