Skip to main content

Weeks 11, on March 2010

Okay, gue lagi pengen nulis tentang beberapa hal yang udah gue alamin minggu ini




Keinginan makan I Fu Mie akhirnya kesampaian. Mangkuk mie-nya rada kecil dari yang gue pernah liat sebelumnya...it's OK tetep enak. Bolehlah sedikit memanjakan diri setelah beberapa hari rada suntuk dan bosen ngadepin suasana closing di kantor. Ditambah issue gajian yang telat + partial...akhirnya buku "the Cashflow Quadrant"nya Robert T. Kiyosaki cukup jadi obat ampuh yang tetep menyemangati gue dalam hal perjuangan menuju kebebasan finansial. Yahh...at least pandangan gue sedikit berubah, biar rada melek finansial plus pikiran gue ga ksitu2 mulu gara2 telat gajian...hahahaha.




Oh ya.. hari rabu gue telat ngantor. Bukan karena gue telat bangun, tapi nungguin BuDe (Ka Desi) abis adu mulut ma supir taxi..hihihi. Critanya karena pagi itu mas Fajar ga bisa dihubungi, so kita berkesimpulan ga da bis ABAH pagi ini. BuDe ngajakin tendem naik taxi. Gue nunggu di halte depan Bukopin. BuDe dah otw naek taxi dari depan Carrefour MT. Haryono...tapi gue tunggu lama, ko ga muncul2 ya. Ternyata taxinya ngambil jalur busway, yang jelas2 super macet + banget. Dah gitu, supirnya ngga bergeming, alias berinisiatif untuk ngga kejebak dalam macet. FYI aja, jalur biasa disebelahnya ramai lancar. Lumayan kan masih bisa bergerak. Kebayanglah muka BuDe menahan gondok dan memutuskan untuk turun dan ganti taxi. Dari Carrefour ke Bukopin aja 35 ribu...hahhh, padahal abis itu otw dari Bukpoin ke kantor aja cuma 15 ribu. Okeh...sabar yaaa..BuDe.




Kamisnya gue tepar! dari subuh perut gue dah mule ga beres gitu, bangun pagi tubuh rasanya sakit..yup gue demam. Jadi gue ngga ngantor. Akhirnya gue bener2 istirahat di kos. Dengan men-sugesti bahwa gue harus makan + tidur yang banyak itu akan bikin gue cepet sembuh. Padahal sebenernya itu hanya cara menghindar aja dari minum obat...males banget. Badan gue rada enakan. Berhasil!




Jumat’nya, setelah dikomporin ama si abang Faisal, kita berame2 (plus Farid dan Syahril), ke site Harapan Mulya. Yup, sitenya BuDe yang issuenya cross feeder, dan ternyata setelah di DT+check emang bener. Salah swap antenna juga untuk sector 2 & 3. Weekend-nya, ke Bekasi dan badan rasanya mo remuk setelah seharian nemenin jagoan2 gue, Hanif & Fikri (my nephew) yang ga ada abisnya maen perang-perangan.

Comments

Popular posts from this blog

"Rasakan Penderitaanku !"

"hahaha..akhirnya loe ngalamin juga kan, rasakan penderitaanku selama ini".. Gue paling ngga suka denger kalimat itu. Trus kalau gue ngga merasa menderita gimana? Setiap orang pasti beda dong merespon dan menghadapi suatu kondisi. Mau enak atau ngga enaknya suatu kondisi menurut gue sih tergantung dari cara pandang orang itu sendiri. Memang sih ada kalanya kita ngerasa capek, drop, ngga nyaman dengan lingkungan sekitar, merasa diperlakukan tidak adil, dihadapkan pada suatu kondisi yang ga enak untuk dijalani. Yahh..plus minus pasti ada. Tapi ketika ngga ada pilihan lain untuk menghindarinya, harus dijalani bukan ?? maka jalanilah. Mungkin kalau kita lebih ikhlas dengan segala sesuatunya...akan terasa lebih ringan dan akan lebih mudah berfikir tentang hikmah yang bisa kita ambil. Bukan berarti berhenti berusaha mencari yang lebih baik kan...hayooo semangat ^_^

Catatan Minggu ke 43

Pekerjaan selama satu minggu cukup aman terkendali. Informasi yang beredar, minggu depan bakal diadakan test dari vendor, semacam standarisasi dan acuan bareng buat OSS. Siap-siap saja :P  Sabtu 20 Oktober, 06.30 WIB  Dikejutkan oleh whatsapp dari Ayu yang kerasukan ide liar, konon nyaris membuatnya salto dan ngga bisa tidur lagi habis subuh. Dan diputuskan akan dibahas pas ketemuan hari Minggu. Lagi asyik perang comment, bau harum kari menguar di kosan. Tak salah lagi pelakunya adalah Kak Sil.  Okeh, sebagai bocorannya, dia adalah orang yang paling bisa dan sangat tau bagaimana menimbulkan minat masakku seketika. Jadi yang dilakukannya, hanya mengisi kulkas dengan bahan masakan, atau meng-eksekusi langsung seperti pagi ini. Masakan kali ini temanya masih ‘ Thai Food ’ dengan resep ‘ Red Curry ’. Aku baru tahu bahwa perbedaan ‘ Red dan Green Curry ’, terletak pada cabe yang digunakan sebagai bumbu. Bentuknya mirip sekali dengan gulai ayam khas Padang....

Postingan Pembatas

Tulisan dalam postingan kali ini adalah sebagai tanda atau pembatas. Langkah awal bahwa aku tidak hanya mengumpulkan dan mencatat ide yang berlompatan saja. Tapi aku ingin membuat ide-ide itu menjadi lebih terstruktur, sehingga ada nyawa dalam setiap tulisan.  Bukti bahwa aku bukan hanya sekedar menulis untuk memaparkan hal-hal yang telah kulalui saat ini. Aku telah memutuskan diri untuk menjalaninya dengan serius. Ini memang semacam pencarian jati diri dalam berkarya. Kelak akan berevolusi seperti apakah tulisan-tulisan dalam blog ini ? Aku harus bisa menulis fiksi. Belajar bagaimana caranya menangkap ide. Bermain dengan karakter penokohan, mengatur plot, dan klimaks konflik di dalamnya. Akankah aku akan jatuh hati dengan tokoh yang kureka dan kumainkan sendiri kisahnya. Seandainya gagal, setidaknya dalam non-fiksi, semua upayaku kelak akan menjadi amunisi jika ternyata memang aku tidak terlalu pandai dalam berimajinasi.  Pikiranku sangat me...