Skip to main content

Kena Black List “Durenivora”




Justify FullHerbivora, carnivora, omnivora udah biasa kali ya..
Kalo durenivora???
Yup, itu temen2 gue yang doyan banget makan duren,
dan gue kena black list!!


Mulut ma idung se bersahabat aja ma duren-nya, masalahnya perut gue yang bener2 ga akur sama sekali. Duren party yang pertama, yaitu setahun yang lalu waktu ultahnya Sulis ma Uki, and you know what??? gue masuk Tria Dipa. Emang minggu itu badan gue drop dan untuk banget ma kerjaan. Akhirnya kita sekos ke Kalibata. Pilih duren sana sini, dari monthong mpe yang duren medan gitu deh.. Perasaan gue makan juga ga banyak. Subuhnya perut gue berasa panas banget, ditambah sebelumnya gue muntah2. Lemess+ banget, ga da tenaga sama sekali. Langsung deh pagi itu gue mesti opnam, coz kata dokter tubuh gue kehilangan banyak cairan. Ini adalah kali pertama gue dirawat inap di rumah sakit, dan sedihnya status gue sebagai anak kos. Di tambah lagi jarum infus dipasang di tangan sebelah kanan. Klop udah!! Jam makan yang paling menyiksa lantaran gue cuma bisa makan pake tangan kiri. Menu makan yang sama sekali ga berasa di lidah gue. Satu2nya hiburan cuma temen2 yang jengukin gue.




Duren party yang kedua, beberapa bulan yg lalu , disponsori juga by Ucup. Acara berjalan dengan lancarnya. Gue cuma bisa bengong aja...loe tau ngga, di depan gue..ka Sil ma si uni Rika, makan duren dengan lahapnya. Udah gitu di belakang tempat duduk kita ada parit kecil. Jadi abis makan duren, dengan trampilnya tuh tangan langsung lempar biji duren ke belakang masuk parit. Yup,mereka berlomba, bener-bener trampil, ga ke itung deh biji yang udah dilempar. Atlit badminton aja lewat kali..hihi.
Sementara yang lain, Sulis, Uki, Gita, Ka Evin… juga focus & focus, gad a acara noleh kanan kiri…hajaarr. Gue sempet makan dua biji, karena masih beranggapan bahwa gue masuk rumah sakit karena emang lagi drop aja waktu itu.



Truss..dah puas kan tuh, sisanya dibungkus bawa pulang, kontan sekosan bau duren semua. Besoknya gue bangun dengan perut yang rasa mualnya sama waktu kejadian pesta duren pertama. Berhubung badan gue lumayan fit, ga seburuk kejadian waktu pertama lah. So..akhirnya secara sadar dan tanpa paksaan dari siapapun, gue menyatakan diri bahwa gue emang bermusuhan dengan yang namanya "duren" itu, walaupun kadang kalo nyium baunya gue masih ngga ikhlas buat musuhan beneran...fiiuuhhh

Comments

Popular posts from this blog

Postingan Pembatas

Tulisan dalam postingan kali ini adalah sebagai tanda atau pembatas. Langkah awal bahwa aku tidak hanya mengumpulkan dan mencatat ide yang berlompatan saja. Tapi aku ingin membuat ide-ide itu menjadi lebih terstruktur, sehingga ada nyawa dalam setiap tulisan.  Bukti bahwa aku bukan hanya sekedar menulis untuk memaparkan hal-hal yang telah kulalui saat ini. Aku telah memutuskan diri untuk menjalaninya dengan serius. Ini memang semacam pencarian jati diri dalam berkarya. Kelak akan berevolusi seperti apakah tulisan-tulisan dalam blog ini ? Aku harus bisa menulis fiksi. Belajar bagaimana caranya menangkap ide. Bermain dengan karakter penokohan, mengatur plot, dan klimaks konflik di dalamnya. Akankah aku akan jatuh hati dengan tokoh yang kureka dan kumainkan sendiri kisahnya. Seandainya gagal, setidaknya dalam non-fiksi, semua upayaku kelak akan menjadi amunisi jika ternyata memang aku tidak terlalu pandai dalam berimajinasi.  Pikiranku sangat me...

Baby Gift buat Salma

Alhamdulillah, seneng banget dapat kabar kalau temen deket dari jaman kuliah baru saja melahirkan putri ke tiganya. Welcome to the world baby Salma :)  Iseng-iseng mulailah prakarya bikin baby giftnya. Ngga tau ya..kali ini moodnya lagi pengen sesuatu yang girly, pink, cewe banget lah judulnya. Giftnya, terdiri dari satu set baju bayi yang isinya: bodysuit, celana panjang, slabber dan kaos kaki. Sebagai tambahannya ada mini towel. Body suitnya cuma digulung aja, rollernya dari kertas kado salur pink. Sementara celananya dibentuk menjadi cupcake, dengan toper lace paper dibentuk paper rosette dengan aksen pita dan mawar kecil di bagian tengahnya. Celananya sendiri ada hiasan ramplenya, jadi kelihatan bagus waktu dibentuk cup cakenya. Mirip seperti pengganti hiasan cream di atasnya.  Handuknya alias mini towel digulung, ditambah stik jadilah lolipop. Makin cantik dengan bungkus kain tile yang ditambahkan pita pink sebagai pengikatnya. Slabbernya sendiri, digu...

Bertandang ke Kota Sri Sultan

05 April 2012, 18:00 WIB   Saatnya eksekusi planning liburan yang aku buat secara spontan seminggu yang lalu dengan Wenny dan Ucup. Setelah urusan Report Exclusion kelar, keluar dari Gedung Panin di Pandanaran menuju ke kosan buat packing dan ngurus masalah transportasi. Kita bertiga memutuskan untuk langsung perjalanan malam menuju Jogja selepas ngantor. Ceritanya biar bisa istirahat dulu dan perjalanan gak tergesa-gesa. Semua barang sudah dimasukkan, perut juga sudah kenyang, tak ketinggalan bantal kesayangan, mari kita tinggalkan Semarang menuju ke kota Sri Sultan. Sekilas kulihat jam di tangan menunjukkan pukul 21:00.  Perjalanan cukup lancar. Sesekali melewati truk-truk besar dengan kepulan asap hitamnya laksana cumi-cumi jalanan menghiasi seputaran kota Ungaran menuju Bawen. Wenny sudah mulai pelor nampaknya di belakang. Aku sendiri menemani Ucup menikmati perjalanan berkelok menembus gelap jalur sepanjang Magelang. Ini adalah kali pertamanya dia menuju ke ...