Skip to main content

Karikatur Nodong


Iya, gue nodong ne alias maksa judulnya.


Jadi awalnya, temen gue lagi bete trus berceritalah dia sambil pegang pulpen dan coret-coret dikertas. Sambil degerin dia ngomel..hihi, gue perhatiin aja coretan2 tangannya. Lama-lama tuh coretan yang tadinya abstrak jadi gambar, hmm...seru juga. Trus tiba2 gue nyeletuk "bisa gambar ya?". Dia jawab "iya, tau darimana?". "Tuh", sambil nunjuk kertas dia. Walhasil sekarang dia nyerocos bisa gambar ini itu, and btw trus crita dia yang ngomel2 tadi kmana ya....hahaha


So, dia bikin lah gambar gue. Sebenernya gue mo protes, ko jadi jelek ya muka gue...haha. Tapi gue pikir-pikir lagi, pa emang cantiknya udah mentok segitu doank kali yak?. Trus tar kalo gue minta revise lagi, dia malah ngomel lagi. Yah namanya juga gambar karikatur, ga mungkin dunk gue minta diedit kaya foto2 digital gitu..haha. Masih untung ne dia mo gambarin. Berhubung gue ga bisa diem, gue warnain lah gambarnya.


muka gue....ooohhhhhh


Oh ya...pernah suatu hari waktu gue lagi kesel banget, gue tulis lah email ke dia. Yaaa..pko'y isinya tentang semua uneg2 yang bikin gue gedeg. Dia comment, " ya tuh...loe bikin blog aja, bagus tus kalo lagi ngomel2"....iihhhhh tu kan! yang ada tambah bikin gue kesel aja, padahal maksudnya pengen banget dia comment masalah gue. Tau ne emang ga nyambung banget.

haduhh...ko jadi ada adegan meraung-raung segala yak..


Okeh, sekarang udah gue realisasikan...iya gue bikin blog, dan baik hatinya, karyanya dunk gue pajang disini. Kolaborasi yang cukup mengharukan yaa...huek..xixixixi.

Comments

Popular posts from this blog

"Rasakan Penderitaanku !"

"hahaha..akhirnya loe ngalamin juga kan, rasakan penderitaanku selama ini".. Gue paling ngga suka denger kalimat itu. Trus kalau gue ngga merasa menderita gimana? Setiap orang pasti beda dong merespon dan menghadapi suatu kondisi. Mau enak atau ngga enaknya suatu kondisi menurut gue sih tergantung dari cara pandang orang itu sendiri. Memang sih ada kalanya kita ngerasa capek, drop, ngga nyaman dengan lingkungan sekitar, merasa diperlakukan tidak adil, dihadapkan pada suatu kondisi yang ga enak untuk dijalani. Yahh..plus minus pasti ada. Tapi ketika ngga ada pilihan lain untuk menghindarinya, harus dijalani bukan ?? maka jalanilah. Mungkin kalau kita lebih ikhlas dengan segala sesuatunya...akan terasa lebih ringan dan akan lebih mudah berfikir tentang hikmah yang bisa kita ambil. Bukan berarti berhenti berusaha mencari yang lebih baik kan...hayooo semangat ^_^

Catatan Minggu ke 43

Pekerjaan selama satu minggu cukup aman terkendali. Informasi yang beredar, minggu depan bakal diadakan test dari vendor, semacam standarisasi dan acuan bareng buat OSS. Siap-siap saja :P  Sabtu 20 Oktober, 06.30 WIB  Dikejutkan oleh whatsapp dari Ayu yang kerasukan ide liar, konon nyaris membuatnya salto dan ngga bisa tidur lagi habis subuh. Dan diputuskan akan dibahas pas ketemuan hari Minggu. Lagi asyik perang comment, bau harum kari menguar di kosan. Tak salah lagi pelakunya adalah Kak Sil.  Okeh, sebagai bocorannya, dia adalah orang yang paling bisa dan sangat tau bagaimana menimbulkan minat masakku seketika. Jadi yang dilakukannya, hanya mengisi kulkas dengan bahan masakan, atau meng-eksekusi langsung seperti pagi ini. Masakan kali ini temanya masih ‘ Thai Food ’ dengan resep ‘ Red Curry ’. Aku baru tahu bahwa perbedaan ‘ Red dan Green Curry ’, terletak pada cabe yang digunakan sebagai bumbu. Bentuknya mirip sekali dengan gulai ayam khas Padang....

Postingan Pembatas

Tulisan dalam postingan kali ini adalah sebagai tanda atau pembatas. Langkah awal bahwa aku tidak hanya mengumpulkan dan mencatat ide yang berlompatan saja. Tapi aku ingin membuat ide-ide itu menjadi lebih terstruktur, sehingga ada nyawa dalam setiap tulisan.  Bukti bahwa aku bukan hanya sekedar menulis untuk memaparkan hal-hal yang telah kulalui saat ini. Aku telah memutuskan diri untuk menjalaninya dengan serius. Ini memang semacam pencarian jati diri dalam berkarya. Kelak akan berevolusi seperti apakah tulisan-tulisan dalam blog ini ? Aku harus bisa menulis fiksi. Belajar bagaimana caranya menangkap ide. Bermain dengan karakter penokohan, mengatur plot, dan klimaks konflik di dalamnya. Akankah aku akan jatuh hati dengan tokoh yang kureka dan kumainkan sendiri kisahnya. Seandainya gagal, setidaknya dalam non-fiksi, semua upayaku kelak akan menjadi amunisi jika ternyata memang aku tidak terlalu pandai dalam berimajinasi.  Pikiranku sangat me...