Skip to main content

Postingan Penghujung Tahun 2014


Beberapa jam lagi pergantian tahun sudah di depan mata. Bunyi kembang api dan petasan sudah mulai riuh terdengar. Hawa dingin sisa hujan seharian begitu terasa. Masih menyisakan gerimis. Di teras depan rumah postingan ini diketikkan. Sekedar menitipkan beberapa catatan tentang beberapa hal setahun ke belakang. Ada yang dilepaskan dan banyak yang diterima tahun ini.  Intinya sih  bersyukur yang tak hingga dengan segala hal yang terjadi. Dari rasa senang, haru, sekaligus dag dig dug. Bersabar dengan segala adaptasi ketika keikhlasan sedang ditempa J


Fakta yang ada sepanjang tahun ini yaitu
  1. Resign dari pekerjaan, dan Desember ini genap satu tahun lepas dari rutinitas bikin report.
  2. Berubah status dari single menjadi ‘menikah’, hanya dengan sekali ketemuan dan langsung lamaran di pertemuan yang kedua ...eheemmm J
  3. Bolak balik ke kantor kelurahan, kecamatan, KUA, catatan sipil buat ngurus administrasi nikah. Cabut nama dari KK lama, nyabut KTP dari status warga Kudus tercinta sampe akhirnya di akui sebagai warga baru di Pinang Tangerang dan punya KK baru dengan suami sebagai kepala keluarga, alias udah engga nebeng nama Bapak lagi. Judulnya, hmm cukup melelahkan bingiiit urusan beginian :D
  4. Akhirnya lahir juga ‘Little Noy’, sebagai wujud eksekusi dalam rangka menjadikan mimpi dan ide di kepala menjadi real adanya sekaligus menempa diri keluar dari zona nyaman.
  5. Menuju akhir tahun banget masih sempat mewujudkan little library ala Kineruku Bandung..huaa ngga sia-sia kan jalan sekaligus belanja ide disana.



Comments

Popular posts from this blog

"Rasakan Penderitaanku !"

"hahaha..akhirnya loe ngalamin juga kan, rasakan penderitaanku selama ini".. Gue paling ngga suka denger kalimat itu. Trus kalau gue ngga merasa menderita gimana? Setiap orang pasti beda dong merespon dan menghadapi suatu kondisi. Mau enak atau ngga enaknya suatu kondisi menurut gue sih tergantung dari cara pandang orang itu sendiri. Memang sih ada kalanya kita ngerasa capek, drop, ngga nyaman dengan lingkungan sekitar, merasa diperlakukan tidak adil, dihadapkan pada suatu kondisi yang ga enak untuk dijalani. Yahh..plus minus pasti ada. Tapi ketika ngga ada pilihan lain untuk menghindarinya, harus dijalani bukan ?? maka jalanilah. Mungkin kalau kita lebih ikhlas dengan segala sesuatunya...akan terasa lebih ringan dan akan lebih mudah berfikir tentang hikmah yang bisa kita ambil. Bukan berarti berhenti berusaha mencari yang lebih baik kan...hayooo semangat ^_^

Catatan Minggu ke 43

Pekerjaan selama satu minggu cukup aman terkendali. Informasi yang beredar, minggu depan bakal diadakan test dari vendor, semacam standarisasi dan acuan bareng buat OSS. Siap-siap saja :P  Sabtu 20 Oktober, 06.30 WIB  Dikejutkan oleh whatsapp dari Ayu yang kerasukan ide liar, konon nyaris membuatnya salto dan ngga bisa tidur lagi habis subuh. Dan diputuskan akan dibahas pas ketemuan hari Minggu. Lagi asyik perang comment, bau harum kari menguar di kosan. Tak salah lagi pelakunya adalah Kak Sil.  Okeh, sebagai bocorannya, dia adalah orang yang paling bisa dan sangat tau bagaimana menimbulkan minat masakku seketika. Jadi yang dilakukannya, hanya mengisi kulkas dengan bahan masakan, atau meng-eksekusi langsung seperti pagi ini. Masakan kali ini temanya masih ‘ Thai Food ’ dengan resep ‘ Red Curry ’. Aku baru tahu bahwa perbedaan ‘ Red dan Green Curry ’, terletak pada cabe yang digunakan sebagai bumbu. Bentuknya mirip sekali dengan gulai ayam khas Padang....

Postingan Pembatas

Tulisan dalam postingan kali ini adalah sebagai tanda atau pembatas. Langkah awal bahwa aku tidak hanya mengumpulkan dan mencatat ide yang berlompatan saja. Tapi aku ingin membuat ide-ide itu menjadi lebih terstruktur, sehingga ada nyawa dalam setiap tulisan.  Bukti bahwa aku bukan hanya sekedar menulis untuk memaparkan hal-hal yang telah kulalui saat ini. Aku telah memutuskan diri untuk menjalaninya dengan serius. Ini memang semacam pencarian jati diri dalam berkarya. Kelak akan berevolusi seperti apakah tulisan-tulisan dalam blog ini ? Aku harus bisa menulis fiksi. Belajar bagaimana caranya menangkap ide. Bermain dengan karakter penokohan, mengatur plot, dan klimaks konflik di dalamnya. Akankah aku akan jatuh hati dengan tokoh yang kureka dan kumainkan sendiri kisahnya. Seandainya gagal, setidaknya dalam non-fiksi, semua upayaku kelak akan menjadi amunisi jika ternyata memang aku tidak terlalu pandai dalam berimajinasi.  Pikiranku sangat me...