Skip to main content

"Ma, Adek mau dimandiin...."




Cantik dan pintar. Gambaran sosok perempuan bernama Rani, yang telah menyelesaikan pendidikan S2 bidang hukum di Belanda. Pendidikan yang ditempuhnya lewat beasiswa. Mimpi dan angan sejak dulu yang bisa diwujudkannya. Senang dan bangga, tentu saja. 

Tidak butuh waktu lama untuk meraih tahap sukses berikutnya. Dia diterima bekerja di kantor kedutaan. Kebahagiaan berlanjut dengan pernikahan. Suaminya, sosok laki-laki yang begitu didambakan. Pintar, baik, mapan dan juga sederajat. Kehidupan pernikahannya juga jauh dari masalah. Suaminya memperbolehkan dan mendukung untuk berkarir. Setahun berikutnya, hadirlah seorang putra, momongan yang ditunggu oleh keduanya. Anak laki-laki mereka diberi nama Bagas. 

Kehadiran Bagas memberikan warna bagi kehidupan keluarga kecil ini. Bagas tumbuh menjadi anak sehat, lucu dan menyenangkan. Dia sangat mengerti dengan kedua orang tuanya yang bekerja. Jarang rewel dan tidak nakal. Bagas adalah hiburan buat ayah bundanya saat mereka capek pulang kerja. Bagas adalah little angel dalam rumah itu. Tak segan Rani mengeluarkan biaya besar demi membayar pengasuh yang berkualitas untuk anaknya. Pengasuh yang dia percaya untuk merawat dan memenuhi segala keperluan Bagas selama dia bekerja. Dengan bantuan pengasuhnya, dia bisa memantau keadaan dan kondisi Bagas kapan pun. Mulai dari menelpon, streaming dengan smart gadget , demi mendengar dan melihat kelucuan anaknya saat dia kangen. Memantau anak dan pekerjaan, dua hal yang bisa dilakukannya sekaligus. 

Beruntungnya Rani, karena bukan hanya pengasuhnya saja yang bisa dia percaya menjaga Bagas. Kedua orang tuanya juga sangat menyayangi Bagas, cucu pertama dan satu-satunya. Setiap hari Bagas digendong, diajak bermain sekaligus dimanjakan. Kakeknya bercerita tentang kedua orang tua Bagas yang pintar, sukses dan membanggakan. Berharap kelak cucunya akan mengikuti jejak kedua orang tuanya. Singkat kata, Rani menjadi supermom yang makin bertambah sibuk setiap harinya. Kehidupan, pernikahan dan keluarganya seperti tak ada masalah. PERFECT. Semua berjalan beriringan. 

Sampai suatu pagi, Bagas tidak seperti biasanya. Dia tidak mau mandi dan sangat rewel. Bahkan pengasuhnya saja tidak dapat membujuknya. Bagas hanya mau dimandikan oleh ibunya. Pagi itu Rani tidak bisa karena harus ke kantor pagi-pagi dengan pekerjaan menumpuk yang menunggunya. Kejadian Bagas rewel ternyata bukan hanya hari itu saja. Hampir seminggu lamanya, setiap akan mandi Bagas rewel dan harus dibujuk oleh pengasuhnya. Pekerjaan dan kesibukan Rani dikantor, hanya bisa membuatnya berjanji sama Bagas bahwa dia akan memandikannya begitu berkurang load pekerjaan. 

Pagi itu, klimaksnya dari kesibukan Rani, yaitu meresmikan kantor cabang baru yang berada di luar kota. Pada saat peresmian berlangsung, pengasuhnya memberi kabar bahwa Bagas sakit dan mengalami kejang-kejang. Tidak mungkin meninggalkan acara kantor, Rani menyarankan untuk membawa Bagas ke rumah sakit terbaik yang terdekat. 

Tiga jam berikutnya, Rani melangkah di bandara dengan kaki lemas. Pikirannya melayang membayangkan kebersamaannya bersama Bagas. Sebelumnya, tak lama setelah selesai meresmikan kantor cabang yang baru, pengasuhnya kembali menelpon dan mengabarkan bahwa Bagas sudah tidak tertolong lagi. Langkahnya gontai saat melihat bendera kuning dan kerumunan orang di rumahnya. Dia mencoba tegar, karena tekadnya hanya satu, yaitu ingin memandikan Bagas sesuai janjinya kemarin. 

“Bangun, Nak. Bunda disini memandikan Bagas sekarang” ucapnya sambil terisak.
“Bangunlah Nak, bangun…” isaknya makin mengeras. 

Semua orang hanya diam dan memandang sedih. Tangis itu tak berhenti, bahkan sampai Bagas selesai dikuburkan. Suaminya mencoba menenangkannya. Yakin berharap bahwa pada akhirnya bisa merelakan kepergian Bagas. 

“Ayah, Bagas meninggal itu semata-mata karena takdir kan?” 
“Ada atau tiada kita disampingnya, Bagas tetap akan meninggal kan?” 

Suaminya hanya bisa diam memandang dengan tatapan kosong. 



 **&$&$&$**




Sebagai perempuan, sering kita lupa bahwa fitrahnya adalah menjadi seorang istri sekaligus ibu. Keadaan kondisi sosial memang berpengaruh besar dalam perubahan ini. Sejak dari bangku sekolah, semua kurikulum dipenuhi dengan pendidikan tentang bagaimana menjadi seorang Profesional, Ilmuwan ataupun Wirausahawan. Sehingga saat sukses berkarir, cenderung susah untuk memilih mana yang harus diprioritaskan. 

“Aku sudah merintis karir sejak dulu. Masa aku harus lepaskan sekarang? Kamu tahu perjuangan yang harus aku lewati?” sounds familier ya :) atau… 
“Bosen kalau harus nungguin dan ngurus anak tiap hari di rumah..” 

Memang tidak ada pendidikan formal tentang bagaimana cara menjadi istri sekaligus ibu. Padahal sebagian besar waktu akan dihabiskan dengan pasangan hidup dan keluarga. Cukupkah hanya belajar dari ibu di rumah? Tidak mudah memang memutuskan antara karir dan keluarga. Resiko mengalami penurunan penghasilan dan gaya hidup yang membuat tidak setiap orang siap melaluinya. Sekali lagi ini memang tentang pilihan. Tapi bukankah tugas inilah yang kelak dimintai pertanggung jawabannya di akhirat? Setidaknya rahmat yang tidak putus kepada seorang istri, yang siang malam membahagiakan suami dan keluarga telah Allah janjikan :)

 
Diceritakan oleh Pak Indra Noveldy, saat seminar “Karir Suami vs Karir Istri”, 22 Juni 2013 di Estubizi Business Center Setiabudi. Sengaja ditulis ulang sebagai pengingat terhadap diri saat kelak menjadi istri. 





Comments

Popular posts from this blog

Catatan Minggu ke 43

Pekerjaan selama satu minggu cukup aman terkendali. Informasi yang beredar, minggu depan bakal diadakan test dari vendor, semacam standarisasi dan acuan bareng buat OSS. Siap-siap saja :P  Sabtu 20 Oktober, 06.30 WIB  Dikejutkan oleh whatsapp dari Ayu yang kerasukan ide liar, konon nyaris membuatnya salto dan ngga bisa tidur lagi habis subuh. Dan diputuskan akan dibahas pas ketemuan hari Minggu. Lagi asyik perang comment, bau harum kari menguar di kosan. Tak salah lagi pelakunya adalah Kak Sil.  Okeh, sebagai bocorannya, dia adalah orang yang paling bisa dan sangat tau bagaimana menimbulkan minat masakku seketika. Jadi yang dilakukannya, hanya mengisi kulkas dengan bahan masakan, atau meng-eksekusi langsung seperti pagi ini. Masakan kali ini temanya masih ‘ Thai Food ’ dengan resep ‘ Red Curry ’. Aku baru tahu bahwa perbedaan ‘ Red dan Green Curry ’, terletak pada cabe yang digunakan sebagai bumbu. Bentuknya mirip sekali dengan gulai ayam khas Padang....

"Rasakan Penderitaanku !"

"hahaha..akhirnya loe ngalamin juga kan, rasakan penderitaanku selama ini".. Gue paling ngga suka denger kalimat itu. Trus kalau gue ngga merasa menderita gimana? Setiap orang pasti beda dong merespon dan menghadapi suatu kondisi. Mau enak atau ngga enaknya suatu kondisi menurut gue sih tergantung dari cara pandang orang itu sendiri. Memang sih ada kalanya kita ngerasa capek, drop, ngga nyaman dengan lingkungan sekitar, merasa diperlakukan tidak adil, dihadapkan pada suatu kondisi yang ga enak untuk dijalani. Yahh..plus minus pasti ada. Tapi ketika ngga ada pilihan lain untuk menghindarinya, harus dijalani bukan ?? maka jalanilah. Mungkin kalau kita lebih ikhlas dengan segala sesuatunya...akan terasa lebih ringan dan akan lebih mudah berfikir tentang hikmah yang bisa kita ambil. Bukan berarti berhenti berusaha mencari yang lebih baik kan...hayooo semangat ^_^

Baby Gift buat Salma

Alhamdulillah, seneng banget dapat kabar kalau temen deket dari jaman kuliah baru saja melahirkan putri ke tiganya. Welcome to the world baby Salma :)  Iseng-iseng mulailah prakarya bikin baby giftnya. Ngga tau ya..kali ini moodnya lagi pengen sesuatu yang girly, pink, cewe banget lah judulnya. Giftnya, terdiri dari satu set baju bayi yang isinya: bodysuit, celana panjang, slabber dan kaos kaki. Sebagai tambahannya ada mini towel. Body suitnya cuma digulung aja, rollernya dari kertas kado salur pink. Sementara celananya dibentuk menjadi cupcake, dengan toper lace paper dibentuk paper rosette dengan aksen pita dan mawar kecil di bagian tengahnya. Celananya sendiri ada hiasan ramplenya, jadi kelihatan bagus waktu dibentuk cup cakenya. Mirip seperti pengganti hiasan cream di atasnya.  Handuknya alias mini towel digulung, ditambah stik jadilah lolipop. Makin cantik dengan bungkus kain tile yang ditambahkan pita pink sebagai pengikatnya. Slabbernya sendiri, digu...