Skip to main content

Episode Manis-manis



Cerita tentang sebulan menjelang Ramadhan... 



Hari-hari penuh kenangan manis,dengan kue-kue yang serba manis pula. Diawali dengan cupcake redvelvet yang dibawa Ka Sil ke kosan. Yipii... bentuknya sangat menggoda so ga butuh waktu lama buat mengeksekusinya. Mba Vivin yang dibawahpun kita tarik ke atas kumpul di kamar Ririe include cepi dan yani. Yess... tandas dalam sekejap. Thanks auntie Pipie 



Beberapa hari kemudian .... 

Kali ini yang manis dari sosok misteriusnya tante Ririe. Secret admire kali yee...asli legit banget "chesee cakenya" dengan toping buah... terus ada pesennya "semangaatt", eaa..brasa makin semangat buat ngabisin kuenya. Kurang lebih begitu deh pesan dari Mr. Someone. Semoga bener-bener bisa bikin tante Ririe cheer up lagi. Sekali lagi terimakasih buat acara makan kue gratisnya. Sayangnya kali ini terlewati tanpa Ka Sil yang konon di negeri entah berantah karena wish dreamnya come true.

Seminggu berikutnya .... 

Kali ini adalah episode menaklukkan rasa penasaran kita terhadap rainbow cake. Si kue dengan 7 layer warna membuat hari kita punya cerita berwarna hari itu. Setelah blanja blanji di blok A tanah abang kita menuju ke Grand Indonesia (GI). Belanja sih boleh tanah abang yee...tapi tetep ngademnya di GI. itu juga ditempuh dengan perjalanan via bajaj di siang hari yang macet parah. Cukup oke si abang bawa bajajnya. Setelah selap selip kanan kiri ga lama kita nyampe GI. Abis sholat mulailah kita menuju Churreria, tempat yang Ririe recomendasiin buat icip si rainbow cakenya. Akhirnya kita nyobain 1 slice barengan bertiga, dengan Ka Sil tentu saja. 

Heboh yang pasti karena di pikiran kita sudah muncul segala macam rasa untuk nebak kira-kira rasa apa saja yang dipresentasikan tiap warna. Sesekali kita bertemu pandang bertiga waktu nyicipn karena bengong ga bisa nebak kira-kira rasa apa dari kue yang kita makan. Dan ujungnya cuma tergelak dan langsung sikat abis kalau ngga bisa nebak rasanya. Akhirnya inilah kesimpulan kita untuk warna di tiap layernya. Merah hampir mirip dengan redvelvet yang kita makan sebelumnya. Orange ...ga bisa nebak, karena ternyata memang bukan bukan orange seperti yang ada di pikiran kita. Kuning dominan dengan lime. Hijau mirip sifon yang beraroma pandan. Biru...ga jelas, hehe ga boleh protes. Ungu nya rasa grape. Enak dan lembut banget cakenya. Rapi penyusunan tiap layernya dan engga terlalu banyak cream di setiap pergantian layer. 


 Akhirnya ditutup dengan makan churos. Pesan rasa klasik dengan taburan gula halus dan bubuk kayu manis alias cinamon. Coklat untuk nyocolnya bener-bener oke. Perpaduan coklat dengan aroma cinamonnya emang brasa klasik, kontras dengan rainbow cake yang berwarna menyala. 





 Hmm...minggu-minggu yang so sweet banget deh :)



Comments

Popular posts from this blog

Postingan Pembatas

Tulisan dalam postingan kali ini adalah sebagai tanda atau pembatas. Langkah awal bahwa aku tidak hanya mengumpulkan dan mencatat ide yang berlompatan saja. Tapi aku ingin membuat ide-ide itu menjadi lebih terstruktur, sehingga ada nyawa dalam setiap tulisan.  Bukti bahwa aku bukan hanya sekedar menulis untuk memaparkan hal-hal yang telah kulalui saat ini. Aku telah memutuskan diri untuk menjalaninya dengan serius. Ini memang semacam pencarian jati diri dalam berkarya. Kelak akan berevolusi seperti apakah tulisan-tulisan dalam blog ini ? Aku harus bisa menulis fiksi. Belajar bagaimana caranya menangkap ide. Bermain dengan karakter penokohan, mengatur plot, dan klimaks konflik di dalamnya. Akankah aku akan jatuh hati dengan tokoh yang kureka dan kumainkan sendiri kisahnya. Seandainya gagal, setidaknya dalam non-fiksi, semua upayaku kelak akan menjadi amunisi jika ternyata memang aku tidak terlalu pandai dalam berimajinasi.  Pikiranku sangat me...

Baby Gift buat Salma

Alhamdulillah, seneng banget dapat kabar kalau temen deket dari jaman kuliah baru saja melahirkan putri ke tiganya. Welcome to the world baby Salma :)  Iseng-iseng mulailah prakarya bikin baby giftnya. Ngga tau ya..kali ini moodnya lagi pengen sesuatu yang girly, pink, cewe banget lah judulnya. Giftnya, terdiri dari satu set baju bayi yang isinya: bodysuit, celana panjang, slabber dan kaos kaki. Sebagai tambahannya ada mini towel. Body suitnya cuma digulung aja, rollernya dari kertas kado salur pink. Sementara celananya dibentuk menjadi cupcake, dengan toper lace paper dibentuk paper rosette dengan aksen pita dan mawar kecil di bagian tengahnya. Celananya sendiri ada hiasan ramplenya, jadi kelihatan bagus waktu dibentuk cup cakenya. Mirip seperti pengganti hiasan cream di atasnya.  Handuknya alias mini towel digulung, ditambah stik jadilah lolipop. Makin cantik dengan bungkus kain tile yang ditambahkan pita pink sebagai pengikatnya. Slabbernya sendiri, digu...

Bertandang ke Kota Sri Sultan

05 April 2012, 18:00 WIB   Saatnya eksekusi planning liburan yang aku buat secara spontan seminggu yang lalu dengan Wenny dan Ucup. Setelah urusan Report Exclusion kelar, keluar dari Gedung Panin di Pandanaran menuju ke kosan buat packing dan ngurus masalah transportasi. Kita bertiga memutuskan untuk langsung perjalanan malam menuju Jogja selepas ngantor. Ceritanya biar bisa istirahat dulu dan perjalanan gak tergesa-gesa. Semua barang sudah dimasukkan, perut juga sudah kenyang, tak ketinggalan bantal kesayangan, mari kita tinggalkan Semarang menuju ke kota Sri Sultan. Sekilas kulihat jam di tangan menunjukkan pukul 21:00.  Perjalanan cukup lancar. Sesekali melewati truk-truk besar dengan kepulan asap hitamnya laksana cumi-cumi jalanan menghiasi seputaran kota Ungaran menuju Bawen. Wenny sudah mulai pelor nampaknya di belakang. Aku sendiri menemani Ucup menikmati perjalanan berkelok menembus gelap jalur sepanjang Magelang. Ini adalah kali pertamanya dia menuju ke ...