Skip to main content

Murning... Marning





"Pagiii..."
 "Mo minum apa mbak'e...susu, kopi, milo apa energen..." kata Lek Man 


Sapaan pagi hari dikantor dan khas bau wangi obat pel disela-sela rutinitas saat Lek Man sibuk bersih-bersih meja dan kita sudah sibuk query raw data.


"Mau indomie Lek...pake telor, cabenya yang banyak..."
"Mie-nya jangan terlalu mateng Lek...kuahnya dikit aja..."
"Mau susu putih Lek.." dst..dst 


Lagi rame-ramenya order makanan, eh si Lek Man-nya dengan santainya bilang
"Tar ya...masih sibuk ngurusin yang mo meeting"..weleehh...cewaaa
"Ya udah lah Lek, marning aja".. 


Heleh itu loh "marneng" biji jagung yang dikeringin trus digoreng dijadiin snack yang klo dimakan bunyinya kletak-kletuk. Apalagi kalau makannya berjamaah..pagi pula. Macam burung dara lagi pada berebut makanan..hahaha. 

Habis gimana lagi dung, yang namanya OeSeS emang mau ngga mau sarapan pertamanya ya ng-report. Itu pun masih untung kita ditemenin marning, setidaknya cukup bikin suasana pagi untuk say "gud murning"nya lebih renyah. 

Jadi ingat kata Bu Asma Nadia dalam bukunya, "kerja itu ibadah, jadi cintailah pekerjaanmu. Ketika kamu berkeluh kesah dan hanya berputus asa maka akan banyak orang diluar sana yang bakalan siap untuk menggantikan posisi kita". 
Ya sih terkadang ketika pekerjaan belum sesuai dengan passion kita, atau sedang dalam perjalanan menuju proses ke arah itu, memang ada hal-hal yang harus banyak kita pelajari dulu. Tapi dengan senang dan tanpa beban bukankah akan lebih memudahkan untuk menjalaninya. 

Seperti halnya Lek Man, walaupun hanya bebersih kantor, tapi dengan sepuluh ekor kambing di kampung dan menyelipkan acara jualan marning di sela aktifitasnya terdengar lebih menyenangkan kan... 

Yipii..."semangat pagi" 
Semangat untuk selalu menjemput rejeki dengan berseri :)




Comments

Popular posts from this blog

Postingan Pembatas

Tulisan dalam postingan kali ini adalah sebagai tanda atau pembatas. Langkah awal bahwa aku tidak hanya mengumpulkan dan mencatat ide yang berlompatan saja. Tapi aku ingin membuat ide-ide itu menjadi lebih terstruktur, sehingga ada nyawa dalam setiap tulisan.  Bukti bahwa aku bukan hanya sekedar menulis untuk memaparkan hal-hal yang telah kulalui saat ini. Aku telah memutuskan diri untuk menjalaninya dengan serius. Ini memang semacam pencarian jati diri dalam berkarya. Kelak akan berevolusi seperti apakah tulisan-tulisan dalam blog ini ? Aku harus bisa menulis fiksi. Belajar bagaimana caranya menangkap ide. Bermain dengan karakter penokohan, mengatur plot, dan klimaks konflik di dalamnya. Akankah aku akan jatuh hati dengan tokoh yang kureka dan kumainkan sendiri kisahnya. Seandainya gagal, setidaknya dalam non-fiksi, semua upayaku kelak akan menjadi amunisi jika ternyata memang aku tidak terlalu pandai dalam berimajinasi.  Pikiranku sangat me...

Baby Gift buat Salma

Alhamdulillah, seneng banget dapat kabar kalau temen deket dari jaman kuliah baru saja melahirkan putri ke tiganya. Welcome to the world baby Salma :)  Iseng-iseng mulailah prakarya bikin baby giftnya. Ngga tau ya..kali ini moodnya lagi pengen sesuatu yang girly, pink, cewe banget lah judulnya. Giftnya, terdiri dari satu set baju bayi yang isinya: bodysuit, celana panjang, slabber dan kaos kaki. Sebagai tambahannya ada mini towel. Body suitnya cuma digulung aja, rollernya dari kertas kado salur pink. Sementara celananya dibentuk menjadi cupcake, dengan toper lace paper dibentuk paper rosette dengan aksen pita dan mawar kecil di bagian tengahnya. Celananya sendiri ada hiasan ramplenya, jadi kelihatan bagus waktu dibentuk cup cakenya. Mirip seperti pengganti hiasan cream di atasnya.  Handuknya alias mini towel digulung, ditambah stik jadilah lolipop. Makin cantik dengan bungkus kain tile yang ditambahkan pita pink sebagai pengikatnya. Slabbernya sendiri, digu...

Bertandang ke Kota Sri Sultan

05 April 2012, 18:00 WIB   Saatnya eksekusi planning liburan yang aku buat secara spontan seminggu yang lalu dengan Wenny dan Ucup. Setelah urusan Report Exclusion kelar, keluar dari Gedung Panin di Pandanaran menuju ke kosan buat packing dan ngurus masalah transportasi. Kita bertiga memutuskan untuk langsung perjalanan malam menuju Jogja selepas ngantor. Ceritanya biar bisa istirahat dulu dan perjalanan gak tergesa-gesa. Semua barang sudah dimasukkan, perut juga sudah kenyang, tak ketinggalan bantal kesayangan, mari kita tinggalkan Semarang menuju ke kota Sri Sultan. Sekilas kulihat jam di tangan menunjukkan pukul 21:00.  Perjalanan cukup lancar. Sesekali melewati truk-truk besar dengan kepulan asap hitamnya laksana cumi-cumi jalanan menghiasi seputaran kota Ungaran menuju Bawen. Wenny sudah mulai pelor nampaknya di belakang. Aku sendiri menemani Ucup menikmati perjalanan berkelok menembus gelap jalur sepanjang Magelang. Ini adalah kali pertamanya dia menuju ke ...