Skip to main content

Buka Bersama @ Pejaten Village


25 Agustus 2010, 17:30

Hmm...telat ngga ya nyampai sana, muaceet parah banget..

Dari Mega Kuningan, akhirnya gue memutuskan naek 44 dan turun di fly over Karet, lanjut busway arah Dukuh Atas. Yup...sedikit agak muter, tapi gue berharap setidaknya masih bisa dapat tempat duduk dan sampai di Pejaten dengan keadaan yang tidak mengkhawatirkan...alias pingsan karena kelamaan berdiri...haha lebay..


Gue emang datang yang paling terakhir, sempet kaya orang bego muter-muter di Kemiri tempat kita bakalan ngumpul. Dan ternyata pindah secara mendadak ke Solaria, berhubung semua tempat sudah penuh. Akhirnya ketemu juga dengan Ka Desi, Maya, Mas Widi,...ssstttt...waaa ada tamu spesial dari Palembang ...cieee, berdua gitu...Mas Fajar dan eheeemmm...okay, baiklah..akhirnya gue tahu kenapa acaranya begitu mendadak dan rada-rada private gitu. Kayaknya sih bakalan segera nyusul Mas Widi, bukan begitu Mas Fajar????? Btw, kok Mas Widinya sendirian yak...hmm kasian bener yang diumpetin, :P. Sementara duduk di sebelah gue, mungil, imut, kruel-kruel rambutnya, dengan sepatu dan jaket pink. Kalau ngeliat narsisnya kayaknya seh bakal ketebak siapa mama-nya...aiyaaa...Naya, udah besar dan bisa jalan, lucu bangeettt...


Alhamdulillah acara makannya lancar sekali. Many thanks ya Mas Fajar, I Fu Mie nya bisalah buat ngegantiin bete gara-gara macet sepanjang perjalanan tadi. Maya dunk, saking ngebet mo buka kali ya, sampai ga sadar ketuker menu makanannya tuh...sementara di sebelah gue udah kaya anak bule aja ne cuma doyan fried potato. Tapi sindromnya ko Keong Racun plus duet Anang+Syarini yaaa....ini seh Mak-nya bangeet...ahahaha.
Okay, acara hari ini cukup seru. Good news, kayaknya bakal ada acara lanjutannya lagi deh, tanggal 31 Agustus. Maya...next ya, kita nungguin semua loh..hihihi.

Comments

Popular posts from this blog

"Rasakan Penderitaanku !"

"hahaha..akhirnya loe ngalamin juga kan, rasakan penderitaanku selama ini".. Gue paling ngga suka denger kalimat itu. Trus kalau gue ngga merasa menderita gimana? Setiap orang pasti beda dong merespon dan menghadapi suatu kondisi. Mau enak atau ngga enaknya suatu kondisi menurut gue sih tergantung dari cara pandang orang itu sendiri. Memang sih ada kalanya kita ngerasa capek, drop, ngga nyaman dengan lingkungan sekitar, merasa diperlakukan tidak adil, dihadapkan pada suatu kondisi yang ga enak untuk dijalani. Yahh..plus minus pasti ada. Tapi ketika ngga ada pilihan lain untuk menghindarinya, harus dijalani bukan ?? maka jalanilah. Mungkin kalau kita lebih ikhlas dengan segala sesuatunya...akan terasa lebih ringan dan akan lebih mudah berfikir tentang hikmah yang bisa kita ambil. Bukan berarti berhenti berusaha mencari yang lebih baik kan...hayooo semangat ^_^

Catatan Minggu ke 43

Pekerjaan selama satu minggu cukup aman terkendali. Informasi yang beredar, minggu depan bakal diadakan test dari vendor, semacam standarisasi dan acuan bareng buat OSS. Siap-siap saja :P  Sabtu 20 Oktober, 06.30 WIB  Dikejutkan oleh whatsapp dari Ayu yang kerasukan ide liar, konon nyaris membuatnya salto dan ngga bisa tidur lagi habis subuh. Dan diputuskan akan dibahas pas ketemuan hari Minggu. Lagi asyik perang comment, bau harum kari menguar di kosan. Tak salah lagi pelakunya adalah Kak Sil.  Okeh, sebagai bocorannya, dia adalah orang yang paling bisa dan sangat tau bagaimana menimbulkan minat masakku seketika. Jadi yang dilakukannya, hanya mengisi kulkas dengan bahan masakan, atau meng-eksekusi langsung seperti pagi ini. Masakan kali ini temanya masih ‘ Thai Food ’ dengan resep ‘ Red Curry ’. Aku baru tahu bahwa perbedaan ‘ Red dan Green Curry ’, terletak pada cabe yang digunakan sebagai bumbu. Bentuknya mirip sekali dengan gulai ayam khas Padang....

Postingan Pembatas

Tulisan dalam postingan kali ini adalah sebagai tanda atau pembatas. Langkah awal bahwa aku tidak hanya mengumpulkan dan mencatat ide yang berlompatan saja. Tapi aku ingin membuat ide-ide itu menjadi lebih terstruktur, sehingga ada nyawa dalam setiap tulisan.  Bukti bahwa aku bukan hanya sekedar menulis untuk memaparkan hal-hal yang telah kulalui saat ini. Aku telah memutuskan diri untuk menjalaninya dengan serius. Ini memang semacam pencarian jati diri dalam berkarya. Kelak akan berevolusi seperti apakah tulisan-tulisan dalam blog ini ? Aku harus bisa menulis fiksi. Belajar bagaimana caranya menangkap ide. Bermain dengan karakter penokohan, mengatur plot, dan klimaks konflik di dalamnya. Akankah aku akan jatuh hati dengan tokoh yang kureka dan kumainkan sendiri kisahnya. Seandainya gagal, setidaknya dalam non-fiksi, semua upayaku kelak akan menjadi amunisi jika ternyata memang aku tidak terlalu pandai dalam berimajinasi.  Pikiranku sangat me...