Skip to main content

Posts

Amalia, Rumah Cinta

Rumah Amalia, Rumah Cinta Kami Rumah semua anak-anak yang penuh cinta Tempat memahami, indahnya dengan cinta Cinta pemberian Allah dan hanya untuk Allah Cinta sekaligus kekuatan kami Kekuatan, dalam kebaikan Membantu dan menolong sesama Cara bagi kami menemukan cinta Berbagi dan berdo'a sesama di rumah Amalia Ya Allah kami memohon cinta-Mu cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan cinta kepada segala yangg akan mendekatkan kami kepada cinta-Mu Rumah Cinta, Rumah Amalia Penggalan lirik lagu yang diciptakan Pak Agus Syafii masih terngiang dan menyenandungkannya dalam hati. Mengingat wajah-wajah lucu dan gelak tawa yang tiada berbeban. Tempat singgah selepas anak-anak pulang dari sekolah. Belajar agama, berbagi tawa dan cerita. Semoga Ramadhan yang sebentar lagi tiba, memberikan rasa yang sama.

Cheers....

Lupakan sejenak segala macam teori bagaimana menggambar dengan cahaya secara baik dan benar. Bukankah cahaya sudah cukup terik bersinar saat peristiwa ini diabadikan. Mari berdamai. @Museum Bahari Jakarta Hey...for the cute girl behind this photo, look at me! Hebat ya saya bisa tersenyum dan bergaya seperti ini. Mudah mungkin buat orang lain. Tapi butuh perjuangan bagi saya agar bisa berdamai dengan mood dan merasa nyaman. Dan kamu bisa melakukannya terhadap saya, terlebih saat muka-muka polos menemani :) @Kotatua Kamu hanya perlu membuat iri orang-orang dengan kamera yang kau bawa. Teori memotret, cahaya, exposure, aperture, shutter, komposisi, white balance , atau apapunlah, lupakan sejenak. Jangan tersiksa dengan segala penilaian dan komentar yang dilontarkan.  Kamu hanya perlu mengingat wajah-wajah yang sumringah dan menantikanmu, untuk diabadikan dalam momen yang menyenangkan. "It is not what you are good at. It is about what you e...

Astronot dan Bintang Terang

  Assalamualaikum Cantik,  Tante baru saja membuka file hasil ketikan Mba Atha   kemarin. Ada rasa haru, lucu, sekaligus kangen saat membacanya. Tulisan yang bercerita tentang liburan Mbak Atha bersama Mas Fikri dan Mas Hanif di awal tahun baru. Buat seumuran Mbak Atha yang masih duduk di bangku kelas satu SD, menulis setengah halaman merupakan hal yang luar biasa buat Tante. Sudah banyak kemajuan dalam hal menulis dan membaca.  Tante masih ingat bagaimana dulu Mbak Atha susah payah belajar ngetik di laptop. Dengan kemauan keras, berusaha mencari huruf satu per satu di keyboard. Urutan abjadnya tidak sama dengan karton alfabet yang di tempel di dinding kamar. Menyusun huruf demi huruf menjadi sebuah kata, dan merangkaikannya menjadi sebuah kalimat. Setelah Tante rapikan, ternyata tulisannya menjadi tiga perempat halaman. Tante hebat kan? Haha…salah, ternyata tulisan Mba Atha belum pakai spasi, tanda baca, dan masih numpuk satu para...

Cerita Kopi dalam Cangkir

15 Desember 2012 Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Rasuna Said Kuningan.  Sebuah opening dalam acara SuksesMulia EnterTRAINment. Sosok lelaki multi talent , Indrawan Nugroho, berdiri di atas panggung. Ruangan gelap, hanya lampu sorot panggung yang meneranginya. Mengisahkan cerita tentang kopi dan cangkir sebagai wadahnya.  Bermula dari beberapa pemuda yang berkeinginan untuk mengunjungi Profesornya. Di rumahnya, mereka disambut sangat ramah. Satu per satu mulai menceritakan berbagai hal yang sudah dilaluinya. Mulai dari pekerjaan, pencapaian, prestasi, masalah hidup, ketakutan, kebimbangan, kesedihan dan lainnya.  Sambil menunggu semua giliran bercerita, profesornya menuju ke dapur. Ia hendak menyiapkan kopi. Di atas nampan diletakkan beberapa cangkir. Satu cangkir sengaja dilebihkan, dari jumlah total tamu yang ada. Cangkirnya pun bermacam-macam. Ada yang terbuat dari keramik yang mahal, sampai dengan yang paling sederhana. Kopi di taruh dalam s...

Minggu Membiru

Minggu siang kemarin, sengaja pergi ke Leksika Kalibata. Antri buku gratis. Ternyata sedang tidak beruntung. Aku datang tepat di antrian ke-16, sementara jumlah buku gratis yang dibagikan 15. Padahal jam 13:00, saat buku dibagikan masih kurang lima belas menit lagi. Akhirnya mundur teratur dan bergerak menuju rak buku lainnya. Semua bermula dari pameran buku yang berada di dekat pintu masuk Kalibata City Square. Tertarik dengan iming-iming beli 3 gratis 1. Bahkan 4 judul buku sudah masuk dalam list. Ketika sampai, ternyata antrian sudah panjang.  Sampai di rak depan, dua buku sudah di tangan. Bukunya masih rapi terbungkus sampul plastik. Belum ada yang dibuka. Jadi aku mengandalkan isi dengan membaca referensi di sampul belakangnya. Semacam ada magnet besar yang mendorong untuk segera membawa ke kasir. Empat judul buku sebelumnya terlupakan sementara. Alasan keuangan tepatnya. Demi memuaskan rasa penasaran, akhirnya kaki melangkah ke Teras Kuliner. Senangnya, dengan tem...

Dunia di Balik Lemari Kaca

Palem Permai, Bandung, 11.11.2012.  Udara pagi Bandung membuatku masih betah meringkuk dalam selimut tebal. Namun suara celoteh Shazia, sudah ramai terdengar dari ruang tengah. Akhirnya rasa malas bergerak terkalahkan oleh rasa kangen untuk bermain dan ngobrol dengan si neng geulis ini. Kusingkap selimut, lalu mencuci muka sambil menahan dingin air kran.  Hmm…aku mencium wangi kopi dari ruang meja makan. Hehe..rupanya pagi ini aku mendapat secangkir kopi gratis dari Abinya Shaz yang mendadak jadi barista. Bunda Iroy sudah menyiapkan sarapan dengan menu Padangnya. Sementara Kak Sil sudah di meja makan, sibuk dengan dendeng, lemper ayam, plus kopi di cangkir besarnya.  Di Bandung kok menu Padang? Mana bubur ayam Mang Oyo-nya? Jangan tanya, duduk dan makan saja semua yang ada :) Namanya Silvi Pitriani, Kak Sil begitu biasanya aku memanggil. Dia adalah tetangga sebelah kamar kosan, yang semalam baru saja menculikku. Tepatnya untuk menemaninya nyupir k...

Combro Level 10

Selamat pagi Jakarta.  Aku tak melihat matahari pagi ini. Mendung menemani selama perjalanan ke kantor. Selaras dengan kondisi badanku yang tidak begitu sehat. Nampaknya hujan sedang klimaks di awal bulan Desember. Bahkan setiap jam pulang kantor pun bisa dipastikan meluangkan waktu, sekedar berteduh menunggu hujan reda. Macet sepanjang perjalanan, bisa dipastikan terjadi. Otomatis perjalanan pulang juga jadi lebih lama. Cukup melelahkan. Jadi jangan membayangkan bagaimana seandainya hujan salju turun di Jakarta. Hujan air saja sudah cukup. Cukup merepotkan maksudnya :) Tenang saja, hanya protes sesaat kok. Aku tahu begitu banyak orang yang bersyukur dan menunggu hujan ini. Hujan yang akan menghijaukan kembali sawah-sawah yang sempat kering di musim kemarau kemarin.  ***  Teh hangat manis belum mampu membuatku bersemangat. Bahkan mata masih terasa berat untuk menatap layar komputer. Sementara query raw data dari server seperti tak bergerak. Tera...