Skip to main content

Postingan Pembatas










Tulisan dalam postingan kali ini adalah sebagai tanda atau pembatas. Langkah awal bahwa aku tidak hanya mengumpulkan dan mencatat ide yang berlompatan saja. Tapi aku ingin membuat ide-ide itu menjadi lebih terstruktur, sehingga ada nyawa dalam setiap tulisan. 

Bukti bahwa aku bukan hanya sekedar menulis untuk memaparkan hal-hal yang telah kulalui saat ini. Aku telah memutuskan diri untuk menjalaninya dengan serius. Ini memang semacam pencarian jati diri dalam berkarya. Kelak akan berevolusi seperti apakah tulisan-tulisan dalam blog ini ?

Aku harus bisa menulis fiksi. Belajar bagaimana caranya menangkap ide. Bermain dengan karakter penokohan, mengatur plot, dan klimaks konflik di dalamnya. Akankah aku akan jatuh hati dengan tokoh yang kureka dan kumainkan sendiri kisahnya. Seandainya gagal, setidaknya dalam non-fiksi, semua upayaku kelak akan menjadi amunisi jika ternyata memang aku tidak terlalu pandai dalam berimajinasi. 

Pikiranku sangat menggebu-gebu saat ini. Energiku berlebih. Semoga bisa terkonversi menjadi motivasi yang menggerakkanku. Kemauan kuat, itu yang aku butuhkan. There is different between ‘interest’ and ‘commitment’. Aku tidak akan menulis lagi karena suka, melainkan harus. 

Jadi sukses atau tidaknya, aku akan memberi batas atau tanda dari halaman ini. Untuk dunia yang lebih baik, dan orang-orang tersayang di sekitar. Berani malu dan siap dikritik dalam proses panjang yang tidak mudah ini. 


Buka mata, buka telinga, buka hati :)



*Ikinoi - seminggu sesudah 'Asma Nadia writing workshop'



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Perjalanan Menuju “Dieng Plateu” Negeri Cantik di Bawah Langit

Pagi jam 07.00 kita mulai perjalanan dari Jogja menuju Dieng lewat arah Temanggung. Masih dengan tim yang sama, aku, Wenny dan Ucup. Setelah sehari sebelumnya berkutat muter-muter dalam kota saja di Jogja, sekarang saatnya perjalanan luar kota. Modal nekat aja sih karena aku sendiri belum pernah kesana dan rute itupun ku dapat cuma melalui telp dari Bapak. Perjalanan dari Jogja menuju Secang Magelang sekitar satu jam. Selanjutnya menuju arah Temanggung dan Wonosobo. Perjalanan yang cukup lancar mengingat jalur luar kota tidak serumit jalur dalam kota. Cukup memperhatikan tanda dan arah jalur yang dipasang di jalan. 
Saat sampai di Temanggung menuju Wonosobo, awan mendung mulai mengikuti. Perjalanan masih naik terus, dan terus berkelak-kelok. Bau kampas dari truck dan bis mini bercampur jadi satu dengan bau tanah basah saat gerimis mulai turun. Sejam kemudian hujan deras benar-benar turun. Kita memutuskan berhenti dulu di pom bensin untuk sholat dan cari makanan hangat sebelum melanju…

Rafting di Sungai Cimanuk

Niatnya cuma mau pindahin dan back up data, cuma pas nemu file rafting ini gue seneng banget. Yup, file yang isinya perjalanan waktu rafting di Cimanuk Sumedang. File ini dulu ditulis oleh Bembi alias Bambang teman kami yang menurut gue sih unik dan antik…hahaha. Dia bikin versi word, so gue bilang dibikin blog aja coz dia doyan banget nulis terutama kegiatan alam. Berhubung sekarang kondisinya udah pada bubar semua, terutama selepas last day with Jabo team kemarin..hiks..hiks, gue bener-bener pengen upload semua cerita semasa kita semua masih ngumpul, di Patra dan Sentra Mulia. Yah itung-itung obat kangen. Terlebih dengan gagalnya acara rafting yang harusnya terlaksana tanggal 2 April 2010 kemarin selepas closing, so gue memutuskan untuk tetap rafting di “blog gue”… :P


Selamat menikmati yah…duet nulis ala Bembi dan Noi. Kolaborasi dalam bercerita, sebagai tukang edit dan masang gambar di blog. Disajikan dengan bahasa khas anak-anak rigger, kumplit dari profile team, acara, sampe d…

Bertandang ke Kota Sri Sultan

05 April 2012, 18:00 WIB
Saatnya eksekusi planning liburan yang aku buat secara spontan seminggu yang lalu dengan Wenny dan Ucup. Setelah urusan Report Exclusion kelar, keluar dari Gedung Panin di Pandanaran menuju ke kosan buat packing dan ngurus masalah transportasi. Kita bertiga memutuskan untuk langsung perjalanan malam menuju Jogja selepas ngantor. Ceritanya biar bisa istirahat dulu dan perjalanan gak tergesa-gesa. Semua barang sudah dimasukkan, perut juga sudah kenyang, tak ketinggalan bantal kesayangan, mari kita tinggalkan Semarang menuju ke kota Sri Sultan. Sekilas kulihat jam di tangan menunjukkan pukul 21:00. 
Perjalanan cukup lancar. Sesekali melewati truk-truk besar dengan kepulan asap hitamnya laksana cumi-cumi jalanan menghiasi seputaran kota Ungaran menuju Bawen. Wenny sudah mulai pelor nampaknya di belakang. Aku sendiri menemani Ucup menikmati perjalanan berkelok menembus gelap jalur sepanjang Magelang. Ini adalah kali pertamanya dia menuju ke Jogja melewati jalur utara…