Skip to main content

Misteri..


Mungkin bener kali ya hidup itu penuh misteri, karena kita emang ngga pernah tau dengan apa yang akan terjadi di keesokan harinya. Yup itulah yang gue alami dalam kurun waktu 2 minggu ini. Dimana semuanya yang gue lalui tak terbayangkan dan serba spontanitas. Yang namanya planning, keinginan, mimipi, cita2 sampai dengan wish list biasanya selalu ada di kepala gue. Tapi yang terimplementasi terkadang diluar apa yang kita angankan dan cita2 kan tadi. Disisi lain gue sering dikelilingi oleh orang2 yang bisa memplaningkan dan yang terjadi memang sesuai dengan yang diharapkan tadi. Sementara kadang-kadang gue mengalami suatu hal spontanitas yang kadang keputusan yang gue ambil bukan hanya bikin terkejut orang-orang terdekat gue, tapi itu juga berlaku terhadap gue sendiri. Dan bisa jadi ketika gue mengambil keputusan itu orang mengira bahwa gue ngga punya planning dan perhitungan terhadap hidup gue.


Tapi apapun yang yang terjadi, gue ingin tetap selalu positif thingking dengan semua hal yang gue alami. Gue percaya bahwa sebagai makhluk-Nya, ngga mungkin gue mengalami sesuatu klo itu buruk untuk dijalani. Yang DiAtas lebih tau tentang hal-hal yang terbaik buat gue. Kalaupun dibutuhkan suatu pengorbanan, kondisi yang tidak nyaman untuk dilalui itu semata-mata karena gue akan mendapatkan suatu pelajaran berharga yang semoga bisa menjadikan gue lebih baik dari sebelumnya. Tidak ada jerih payah dan pengorbanan yang sia-sia, setidaknya masih ada hikmah yang bisa kita ambil. Dan disaat mengalami itu semua, ketika gue ditemani dan disupport oleh orang-orang yang ngerti dan sayang sama gue, disitulah gue ngerasa “there are a lot of people that really meant to me”.


Terima kasih ya Allah, semoga gue selalu bisa menjadi hambamu yang tidak pernah lupa untuk bersyukur. Amiiinnn....

Comments

Popular posts from this blog

Dunia di Balik Lemari Kaca

Palem Permai, Bandung, 11.11.2012. 

Udara pagi Bandung membuatku masih betah meringkuk dalam selimut tebal. Namun suara celoteh Shazia, sudah ramai terdengar dari ruang tengah. Akhirnya rasa malas bergerak terkalahkan oleh rasa kangen untuk bermain dan ngobrol dengan si neng geulis ini. Kusingkap selimut, lalu mencuci muka sambil menahan dingin air kran. 
Hmm…aku mencium wangi kopi dari ruang meja makan. Hehe..rupanya pagi ini aku mendapat secangkir kopi gratis dari Abinya Shaz yang mendadak jadi barista. Bunda Iroy sudah menyiapkan sarapan dengan menu Padangnya. Sementara Kak Sil sudah di meja makan, sibuk dengan dendeng, lemper ayam, plus kopi di cangkir besarnya. 
Di Bandung kok menu Padang? Mana bubur ayam Mang Oyo-nya? Jangan tanya, duduk dan makan saja semua yang ada :)
Namanya Silvi Pitriani, Kak Sil begitu biasanya aku memanggil. Dia adalah tetangga sebelah kamar kosan, yang semalam baru saja menculikku. Tepatnya untuk menemaninya nyupir ke airport, menjemput temannya yaitu Bu Na…

Perjalanan Menuju “Dieng Plateu” Negeri Cantik di Bawah Langit

Pagi jam 07.00 kita mulai perjalanan dari Jogja menuju Dieng lewat arah Temanggung. Masih dengan tim yang sama, aku, Wenny dan Ucup. Setelah sehari sebelumnya berkutat muter-muter dalam kota saja di Jogja, sekarang saatnya perjalanan luar kota. Modal nekat aja sih karena aku sendiri belum pernah kesana dan rute itupun ku dapat cuma melalui telp dari Bapak. Perjalanan dari Jogja menuju Secang Magelang sekitar satu jam. Selanjutnya menuju arah Temanggung dan Wonosobo. Perjalanan yang cukup lancar mengingat jalur luar kota tidak serumit jalur dalam kota. Cukup memperhatikan tanda dan arah jalur yang dipasang di jalan. 
Saat sampai di Temanggung menuju Wonosobo, awan mendung mulai mengikuti. Perjalanan masih naik terus, dan terus berkelak-kelok. Bau kampas dari truck dan bis mini bercampur jadi satu dengan bau tanah basah saat gerimis mulai turun. Sejam kemudian hujan deras benar-benar turun. Kita memutuskan berhenti dulu di pom bensin untuk sholat dan cari makanan hangat sebelum melanju…

Bertandang ke Kota Sri Sultan

05 April 2012, 18:00 WIB
Saatnya eksekusi planning liburan yang aku buat secara spontan seminggu yang lalu dengan Wenny dan Ucup. Setelah urusan Report Exclusion kelar, keluar dari Gedung Panin di Pandanaran menuju ke kosan buat packing dan ngurus masalah transportasi. Kita bertiga memutuskan untuk langsung perjalanan malam menuju Jogja selepas ngantor. Ceritanya biar bisa istirahat dulu dan perjalanan gak tergesa-gesa. Semua barang sudah dimasukkan, perut juga sudah kenyang, tak ketinggalan bantal kesayangan, mari kita tinggalkan Semarang menuju ke kota Sri Sultan. Sekilas kulihat jam di tangan menunjukkan pukul 21:00. 
Perjalanan cukup lancar. Sesekali melewati truk-truk besar dengan kepulan asap hitamnya laksana cumi-cumi jalanan menghiasi seputaran kota Ungaran menuju Bawen. Wenny sudah mulai pelor nampaknya di belakang. Aku sendiri menemani Ucup menikmati perjalanan berkelok menembus gelap jalur sepanjang Magelang. Ini adalah kali pertamanya dia menuju ke Jogja melewati jalur utara…