Skip to main content

Rafting di Sungai Cimanuk

Niatnya cuma mau pindahin dan back up data, cuma pas nemu file rafting ini gue seneng banget. Yup, file yang isinya perjalanan waktu rafting di Cimanuk Sumedang. File ini dulu ditulis oleh Bembi alias Bambang teman kami yang menurut gue sih unik dan antik…hahaha. Dia bikin versi word, so gue bilang dibikin blog aja coz dia doyan banget nulis terutama kegiatan alam. Berhubung sekarang kondisinya udah pada bubar semua, terutama selepas last day with Jabo team kemarin..hiks..hiks, gue bener-bener pengen upload semua cerita semasa kita semua masih ngumpul, di Patra dan Sentra Mulia. Yah itung-itung obat kangen. Terlebih dengan gagalnya acara rafting yang harusnya terlaksana tanggal 2 April 2010 kemarin selepas closing, so gue memutuskan untuk tetap rafting di “blog gue”… :P


Selamat menikmati yah…duet nulis ala Bembi dan Noi. Kolaborasi dalam bercerita, sebagai tukang edit dan masang gambar di blog. Disajikan dengan bahasa khas anak-anak rigger, kumplit dari profile team, acara, sampe dengan tips2 aman buat rafting.


*****

SMILE TOGETHER
on Cimanuk River
February’ 07-08, 2009


Lets start with Profile of team…


Temen2 call me Iman, pria yang telah diberi momongan 1 putra ini memang kerap berpetualang. Hiking, climbing, rafting, dll, merupakan makanan empuk baginya. Sehingga ia dijuluki master of adventurer. (uweeeeeeee……). Uti....nama yang singkat, dan padat layaknya sebuah gitar kulele…..hehehe. Gadis yang bertugas sebagai Admin 2G mengaku sangat kesepian, sehingga hari-harinya diisi dengan berolahraga seperti angkat besi, taekwondo, tinju, dan terkadang juga hari-hari nya dia isi dengan keju, coklat, dan juga strawberry (mang loe roti ya Ti….). Sedikit ceplas-ceplos, sehingga dilarang untuk ikut Pilkada oleh RT/RW setempat. (takut surat suaranya diceplosin semua rek)
Di Jakarta siapa yang gak kenal pria yang tergolong masih lajang ini. Nama aslinya Bambang, dimana-mana saja selagi masih di Jakarta ini namanya pasti selalu dikenal dan disebut orang. Permisi bang….mau kemana bang…..minta apinya bang…Satu cita-cita yang masih tertinggal, Ia ingin dan selalu berdo’a didalam tidurnya yaitu ingin mengumpulkan semua mahluk apa saja yang pasti yang bernama Bambang di dalam Stadion Bung karno, dan secara bersama-sama serempak berteriak …”HIDUP BAMBANG !!!!!!”


Senyum yang manis ataw kemayu kata orang Jawa bilang, Novan, itulah sapaan nya, pria yang masih lajang ini memegang peranan penting sebagai coordinator team Los Survey. Cita2 yang lama terpendam dan gak pernah kesampaian adalah bisa ikut rafting. Diakuinya bahwa liburan kali ini sudah Ia persiapakan hampir kira-kira 65 tahun (busyet….hanya Rafting doang nunggu selama itu Van??…Pria yang masih lajang ini, terlahir di kota udang Cirebon, Judah nama nya. Ia adalah seorang Pemanjat Tebing, tapi karena secara sadar dia lahir di kota yang deket laut, akhirnya ia mulai menggemari kegiatan Rafting. Mata kuliah bahasa Inggris adalah yang paling dibencinya saat masih dibangku sekolah, bahkan hingga sekarang. Sehingga seumur hidup ia hanya menggunakan satu bahasa saja, yaitu bahasa Cirebonan( Ojo kayak kuek mas Judah….)

Daniel…pria yang agak sedikit bicara, tapi tak sedikit kalau lagi makan siang. Pemuda kelahiran Garut ini juga mengikrarkan diri sebagai Pemanjat Tebing. Keahlian spesialis lainnya adalah pengrajin pisau, golok, pedang, dan senjata sejenis lainnya. Dia merupakan satu-satunya anak muda yang mendapatkan gelar Empu di usia 13 tahun. Agam itulah nama panggilannya, pria tampan, kekar dan tumbuh rambut di dagu, dan dibawah bibirnya ini adalah satu-satunya karyawan ADAcell yang bergelar SPD atau Sarjana Pendidikan Dayung, dari Univ.Dayung Garut atau UDG apa UGD ya…Gam…..lupa gw…Aktifitas hari-harinya tak lepas dari LUPA. Namanya juga gak inget kan lupa ya… Novi, itulah nama kecilnya. Kegiatan petualangan dimanapun selalu dia turut serta. Rafting, hiking,apalagi Shoping. Keseharian cewek manis berkerudung ini katanya sih Account 3G, ya kalau lagi fotocopy mah jadi OB, trus kalo submit ke customer jadi kurir…multitasking…


Tingginya hampir mencapi 2 meter dan mengalahkan panjangnya dayung. Sebagai pria, postur tubuhnya tersebut kerap menjadi idaman para wanita wuihhhhhhhh…dia lah Swindra. Olah raga Futsal adalah hoby yang paling disukai. Striker adalah posisi yang digemarinya, lincah, dan gesit, sontekan seperti apapun akan membuahkan pundit-pundi Gol ke gawang lawan. Wajar dengan postur tubuhnya tersebut, dilapangan hijau ia dijuluki sebagai Rumanige nya ADAcell (tepuk tangannya dong……tepak tepok tepak tepok).


Nama cewek yang masih single ini tergolong unik. Konon sewaktu sang Mama mengandung dirinya, rasanya selalu ingin pake sepatu NIKE yang terkenal asal Amrik tersebut. Hingga akhirnya dari situlah nama Niken di adopsi dan biar beda dikit en gak dikira nyontek maka sang mama menambahkan sentuhan akhiran N. Dan jadilah Niken. Kini Niken dengan semangat 45 nya coba membuktikan dirinya untuk berkegiatan di air, yaitu Rafting. “ Biar gak kalah ma NIKE AIR diakuinya”, hehehehehehe……

Indra Fordana,. Sebenarnya nama buntutnya dahulu adalah FORTUNA bukan FORDANA, menurut mamanya biar selalu beruntung. Namun sewaktu masih bernama Indera Fortuna dahulu Ia selalu sakit-sakitan dan juga nakal, dan teramat nakal. Maka akhirnya diganti melalui kenduri 7 hari 7 malam untuk mengganti Fortuna menjadi Fordana. Bertahanlah nama buntut FORDANA hingga sekarang, walaupun memang gak ngerubah kelakuannya seperti saat kecilnya dahulu kala. Syahril atau A’ing panggilan sayangnya. Sepintas memang wajahnya mirip mister presiden amerika yang baru saja dilantik yaitu Mr. Barak Obama. Pria yang telah sempurna dikaruniai 2 anak putra n putri ini memang juga bercita-cita sedari kecil adalah menjadi presiden. Dan gak mau kalah memang ma Mr. Obama (waduh…cita-cita lo setinggi langit Ing…setinggi tower aja lah ya…)



*********************


Perjalanan dimulai…

Titik pertemuan : Sabtu pagi, 07 Februari 2009 jam 07.00 WIBA di kosan si Indera, dkk (rigger 2G) di Condet Jaktim. Selanjutnya menuju UKI angkut Suwindra,Niken, Novy, en Uti, selanjutnya team bergerak meninggalkan Jakarta. Team diangkut dengan dua mobil Avanza, dengan driver Iman dan si Agi. Perjalanan selama di tol aman terkendali, sehingga keluar dari Tol Pasteur kira-kira jam 11an. Lanjut dengan makan siang.




Lalapan khas Sunda di RM Ampera


Selesai makan siang di RM. Ampera, karena masih agak siang, team puter2 dulu di Jl. Dago yang terkenal sama Factory Outlet atau FO, Tapi, herannya gak ada yang pada belanja tuh…….karena akibat sentuhan pete akhirnya bikin lupa diri dan pada kekenyangan so jadi Pelor alias nempel dan molor.



ehem…..gabungin dah ngimpi nya boss…

Tidurlah dengan tenang nak Judah

Pelor juga si Niken


Sore hari jam 15:30 wib, setelah pusing muterin Jl. Dago, dan gak pada belanja, akhirnya keputusan komando bahwa avanza musti bergerak langsung menuju penginapan. Gak jauh dari penginapan, ditempat tongkrongan alias base camp nya pemanjat Sumedang sedang ada latihan panjat, team luangkan waktu sejenak buat silahturahmi sekalian nekat nyobain wall climbing nya anak Sumedang.



Ayo Niken cengkeram aja yang bisa di cengkeram


Setelah lelah memanjat, team balik ke penginapan Hotel handayani dan langsung brak…zzzzzz…molor euy…

************


Minggu 08 Februari 2009, pagi hari udara Sumedang yang dingin agak terasa ngilu dirasakan, apalagi rasa malas yang teramat besar buat bangkit dari empuk nya kasur, dan juga malas melempar tebalnya selimut. Mandi jangan, mandi jangan, mandi jangan…JANGAN MANDIIIIIIIIIIIIIII………

Jam 08.30 sang korlap Iman dengan keadaan masih setengah sadar langsung kasih instruksi agar team bersiap packing untuk selanjutnya berangkat menuju sungai Cimanuk yang kira-kira sejauh 2 jam dari penginapan. Gak nyampe 1 jam, team tiba di sekr.korlap SAR Sumedang, yaitu juga sebagai base nya temen-temen operator sungai Cimanuk. Dari sini sekalian membawa perlengkapan 2 buah perahu, 12 dayung, 13 pelampung, dan 13 helm, ditambah tali lempar 2 buah yang berfungsi sebagai tali rescue untuk membantu andaikata ketika pada saat pengarungan ada yang terlempar dari perahu.




diangkut dengan pickup bak terbuka...tetep seru ko!



Rombongan 3 team mobil pagi itu menerabas menembus jalan raya di kota Sumedang. Jalanan yang menanjak, juga menurun, dan lengkap juga dengan hujan agak deras sebentar. Pemandangan pegunungan dengan hamparan persawahan yang hijau semakin membuktikan bahwa team ada di Sumedang, bukan di Jakarta. Kira-kira ½ jam perjalanan, rombongan singgah di SARI BUMI SUMEDANG untuk sarapan tahu + lontong Sumedang. Gak afdol rasanya kalo pergi ke Sumedang tapi kagak singgah di Sari Bumi.



Wo..ow langsung sikat bersih


Jujur aja, sebenarnya rasanya tahu ditempat ini biasa aja, gak beda kayak tahu-tahu Sumedang yang biasanya di ecer oleh pedagang-pedagang asongan di bus-bus di Jakarta ataupun di jalan-jalan Tol kalo lagi macet. Bedanya di Sumedang ini hanya satu, yaitu gak ada yang menawarkan sambil teriak tararahu tararahu tararahu. Selesai sarapan, team bergegas menuju lokasi start kira-kira ½ jam agak naik ke hulu sungai.


Tiba di Jembatan Wado yang dibawahnya mengalir sungai Cimanuk dengan arus yang lumayan deras. Dan disini adalah lokasi finis pengarungan nanti. Team melakukan persiapan pengarungan, yaitu check perlengkapan, stratching, dan parkir kendaraan. Selanjutnya, dengan diangkut Daihatsu bak terbuka team berangkat menuju hulu atau start pengarungan yaitu di Bak pengolahan air yang sekitar ½ jam waktu tempuhnya.




pemanasan..satu..dua..satu..dua..

Team bersiap mengarungi sungai Cimanuk



Di lokasi bak penampungan, kita berkoordinasi sama petugas disana, dan melakukan psemanasan ringan, dan sedikit briefing teknik-teknik mendayung, aba-aba kanan maju, kiri mundur, dayung kuat, boom, dll. Selesai pemanasan team sedikit hikking menuju sungai Cimanuk dengan meniti pesawahan yang lumayan agak licin. Dan korbannya si Uti sampe beberapa kali terpeleset. Kesian dech lo………




jalan di pematang
hati-hati kepleset



Pengarungan pun dimulai, pagi ini sungai Cimanuk masuk grade 3, dan saat ini ketinggian air normal, dan tergolong aman untuk di arungi. Ada beberapa jeram yang bikin team semakin bersemangat dengan berteriak saat memasuki jeram-jeramnya, diantaranya jeram penyambutan yaitu jeram rodeo, jeramnya agak panjang, rasanya laksana kita jadi cowboy yang naek di atas kuda. Selanjutnya jeram yang tergolong besar yaitu Jeram Batu Belah. Selanjutnya gak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata bosss, Muantap pokoke j*****k………tiiiiiiiiiitttt..sensor yah, mengingat blog ini untuk kategori umum..hehe, ya maaf…



pengarungan dimulai

dayung....smangaaatttt!!!

gaya bener korlap kita...



Yup seru seru seru banget. Team dibagi dalam dua perahu. Semua cewe masuk tim perahu dua, termasuk gue. Ditengah2 pengarungan, tim perahu 1 sempat mengangkat dayung ke atas secara bersama-sama, kompak banget. Trus gue agak-agak curiga gitu ketika Bembi pindah ke perahu kita. Engga begitu lama ternyata bener...terdengar suara teriakan yang kenceng, ternyata perahunya sudah dalam posisi terbalik, semua nyebur ke air…haha dikerjain abis. Pantesan...ya iya lah, sebagai juru foto gue tau kenapa Bembi pindah, ga mungkin dunk dia disana. yang ada tuh kamera tar jadi basah. Okeh, so far perahu kami masih aman.


Sekarang saatnya buat ngerjain Niken. Gue ama Novan dah sepakat mo nyeburin dia ke air. Emang sudah dari awal kita pengen banget ngerjain Niken, ditambah paginya dia ga mandi lagi lantaran bawel ga da air anget dipenginapan. Pas kan klo kita mandiin disini. Gue dari sisi kanannya sementara Novannya dari sisi kiri. Akhirnya kita dorong bareng dan..byuuurrr, triaklah dia…hihihi, sorry Nikeeennn.




nyebur ke air


Cuma engga begitu lama, ternyata ada yang dorong gue juga dari belakang, padahal gue masih nahan geli liat Niken. Jiaaahhh…akhirnya gue jatuh ke air. Karena masih kaget dan ngga siap, hidung gue sempet kemasukan air. Okeh...aman, kan pake pelampung. Sambil nunggu hidung rada enakan, gue melihat kea rah perahu. Nah loh...bukannya mendekat nyamperin gue...oh damnnnn...ya mo ngga mo gue harus berenang ke arah perahu. Haaahhh sengaja nih, kena deh gue....setelah deket perahu baru deh ditolongin naek ke atasnya. Ngga sampe disitu aja, sebelum nyampe finish, gue inget Agam yang usil. Waktu itu karena mau menepi, kita dberi aba2 untuk dayung maju kanan. Gue ko ngerasa aneh ya, ne perahu ko ngga bergerak padahal dah sekuat tenaga gerakin dayung. Waktu gue lihat ke belakang, ternyata Agam gerakin dayungnya berlawanan dengan arah dayung kita, so gue baru sadar perahu kita bergerak muter-muter aja dtempat...aaaa sial. Akhirnya kita menepi untuk istirahat dan makan siang.


Align Center
tim-nya om Swe



Wah, asyik ne makan rame-rame dengan menu Sunda pisan, teteeepp… Niken lagi yang jadi bulan2an. Dengan ukuran badan kurus langsing...makannya booo, gila banyak banget!. Terus makan pete nya itu loh ngga nahan deh. Laen lagi ma Iman sang korlap kita, walaupun ada ayam goreng , tetep aja dia sikat abis ikan asin plus sambalnya. Hahaha… susah emang klo defaultnya lidah kampung. Tapi yang pasti berasa enak banget makan siang rame2 waktu itu, lapeerrr apa doyan ya??? Beda-beda tipis deh.

Setelah makan siang, kita berencana untuk lanjut rafting lagi. masih ngga puaaasss...judulnya. Kita masih pengen maen air lagi dan triak2 kenceng. Waktu lihat air yang di bawah jembatan dekat tempat kita makan...waaa pastinya bakal seru. Airnya lebih deras dan ganas…hehe. Okeh, temen2 cwo beramai2 angkat tuh perahu sementara kita yang cwe2 bantuin bawa dayung dan peralatan lainnya. Setelah turun ke sungai dengan agak susah payah kita naik ke perahu. Siiaaappp...dayuuung.
Rafting kali ini emang rute pendek, ya bonus ++ deh critanya. Si Bembi emang ngga ikut, dia yang akan ambil gambar kita dari jembatan di atas sungai. Thanks ya. Huuuaaaa…. airnya deres, dapet banget deh...reflek aja kita dayung kuat2...smangaaaattt...Puas deh, yah sudah mo nyampe finish lagi.



seru...seruu...seruuuuuu




Hehe kaya'y dari tadi cuma Utie aja ni yang belom kita ceburin. Now is your turn!!!!!....ayo…ayoooo..Utie kita ceburinnn..hihihihi....berhasil!!!



ayooo...ceburin Utie




PERSIAPAN DAN TIPS PENGARUNGAN

Kegiatan Arung Jeram merupakan kegiatan petualangan yang kini diminati oleh segala usia, anak-anak sampai orang tua, laki-laki ataupun wanita. Namun kegiatan arung jeram merupakan kegiatan yang penuh dengan resiko, terbawa arus, terbentur batu, atau yang sangat fatal adalah hilang ditelan derasnya sungai.


Mahalnya harga peralatan, menjadi kendala sulitnya berarung jeram, sehingga arung jeram tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang, sendirian atau se enaknya. Perlatan seperti Pelampung, dayung, helmet, dan perahu, musti mempunyai standart safety, dan juga yang pegang komando yaitu Skipper yang musti menguasai teknik berarung jeram dan juga menguasai sifat dasar dan kondisi sungai.



Kerja sama tim musti kompak


Maka, kegiatan arung jeram sudah bisa dikatakan adalah kegiatan yang tidak bisa dilakukan secara sendiri, dan harus min 4-6 orang ditambah 1 orang sebagai skipper yang sudah mahir dan terlatih.



Perlengkapan Dasar arung jeram

Anggota Team yang phobia becek



Namun, kini telah banyak operator-operator arung jeram telah berdiri di setiap daerah yang memiliki sungai-sungai yang bisa dilakukan untuk kegiatan arung jeram. Dan bagi Orader atau juga yang hanya ingin mencoba kegiatan arung jeram, menjadi semakin mudah berkegiatan, tanpa harus memiliki perlengkapan pribadi yang memang suangat mahal harganya.



Pelampung yang standard untuk arung jeram



Apa aja sih persiapannya mo ber arung jeram……

Sebenarnya gak rumit, cukup bawa badan, dan sedikit rupiah. Berikut persiapan-persiapan/tips dasar kalo mau arung jeram yang musti di persiapkan yaitu :

1. Siapkan dan kumpulkan uang
2. Cari info operator Rafting/arung jeram yang berpengalaman.
3. Pake sandal yang bertali(sandal gunung)




Alas kaki yang kurang baiK


4. Persiapkan kantung plastic atau kantung kresek kedap air (dry bag)
5. Gunakan celana panjang dan T-shirt lengan panjang yang ringan dan kuat.
6. Lakukan stratching atau pemanasan ringan sebelum pengarungan.
7. Pahami informasi dan teknik-teknik dasar pada setiap briefing
8. Dan yang terakhir asal gak phobia air bro……




Pemanasan dengan senam dayung ala orader

Sandal yang terpaksa di iket pake tali


Penggunaan alas kaki adalah untuk mencegah benturan pada telapak kaki dari benda atau batuan yang tajam. Disarankan mengunakan sandal yang bertali agar tidak mudah lepas, atau istilah yang lebih dikenal sandal gunung, atau yang lebih baik adalah dengan menggunakan sepatu kats atau banyak dikenal Bucet (seribu lecet).

Kalau segala persiapan dan tips-tips diatas telah dipikirkan, sisa faktor dana yang berperan penting atas suksesnya berarung jeram. Kalau memang kondisi dana itu kendalanya, dari biro arung jeram tidak mempunyai tipsnya, dan menutup mata aja lah (ngutang dong…).




smile together on Cimanuk river....


Selamat berarung jeram ya














Comments

Popular posts from this blog

Dunia di Balik Lemari Kaca

Palem Permai, Bandung, 11.11.2012. 

Udara pagi Bandung membuatku masih betah meringkuk dalam selimut tebal. Namun suara celoteh Shazia, sudah ramai terdengar dari ruang tengah. Akhirnya rasa malas bergerak terkalahkan oleh rasa kangen untuk bermain dan ngobrol dengan si neng geulis ini. Kusingkap selimut, lalu mencuci muka sambil menahan dingin air kran. 
Hmm…aku mencium wangi kopi dari ruang meja makan. Hehe..rupanya pagi ini aku mendapat secangkir kopi gratis dari Abinya Shaz yang mendadak jadi barista. Bunda Iroy sudah menyiapkan sarapan dengan menu Padangnya. Sementara Kak Sil sudah di meja makan, sibuk dengan dendeng, lemper ayam, plus kopi di cangkir besarnya. 
Di Bandung kok menu Padang? Mana bubur ayam Mang Oyo-nya? Jangan tanya, duduk dan makan saja semua yang ada :)
Namanya Silvi Pitriani, Kak Sil begitu biasanya aku memanggil. Dia adalah tetangga sebelah kamar kosan, yang semalam baru saja menculikku. Tepatnya untuk menemaninya nyupir ke airport, menjemput temannya yaitu Bu Na…

Perjalanan Menuju “Dieng Plateu” Negeri Cantik di Bawah Langit

Pagi jam 07.00 kita mulai perjalanan dari Jogja menuju Dieng lewat arah Temanggung. Masih dengan tim yang sama, aku, Wenny dan Ucup. Setelah sehari sebelumnya berkutat muter-muter dalam kota saja di Jogja, sekarang saatnya perjalanan luar kota. Modal nekat aja sih karena aku sendiri belum pernah kesana dan rute itupun ku dapat cuma melalui telp dari Bapak. Perjalanan dari Jogja menuju Secang Magelang sekitar satu jam. Selanjutnya menuju arah Temanggung dan Wonosobo. Perjalanan yang cukup lancar mengingat jalur luar kota tidak serumit jalur dalam kota. Cukup memperhatikan tanda dan arah jalur yang dipasang di jalan. 
Saat sampai di Temanggung menuju Wonosobo, awan mendung mulai mengikuti. Perjalanan masih naik terus, dan terus berkelak-kelok. Bau kampas dari truck dan bis mini bercampur jadi satu dengan bau tanah basah saat gerimis mulai turun. Sejam kemudian hujan deras benar-benar turun. Kita memutuskan berhenti dulu di pom bensin untuk sholat dan cari makanan hangat sebelum melanju…