Skip to main content

Let's Start Now...

Hari ini gue memutuskan untuk jalan kaki dari depan Sentra Mulia nyeberang ke Pasar Festival sampai dengan perempatan mampang kuningan. Macheetttt...nya boooo, nggak kira-kira. Cuaca masih gerimis, tapi walaupun basah dan becek dimana2 tapi gue bersyukur mudah2an Allah sedang menurunkan jutaan rahmat buat ummatNya!. Finally...sampe juga di kosan. Gue memutuskan untuk membuka kembali laptop, setelah penat selepas balik dari kantor.


Okeh..let's start now...

Yup…mengapa tidak memulainya dengan menuliskan semua hal yang gue inginkan. Yaitu saat pikiran dipenuhi berbagai ide dan gue membiarkan pemikiran-pemikiran yang terdalam akan hidup gue mengalir keluar.
Hmm...mungkin dengan menuliskannya melalui blog ini kan membuat gue merasa lebih baik, terlebih jika bisa membantu mengekspresikan sesuatu yang mengganggu yang seringkali tanpa sadar terkubur dalam diri . Tempat yang memungkinkan gue untuk tidak perlu merasa bersalah atau aneh karena membicarakan suatu hal.
Itu berarti bahwa gue akan memiliki rasa nyaman untuk mencatat ide yang muncul, yang mungkin akan membantu gue untuk lebih kreatif. Gue menulis untuk diri gue sendiri, tanpa ada nilai atau penilaian dari orang lain.

Gituuu deh….not bad Noi! (hahaha narsisnya, … gak nahan khan?).

Comments

  1. lebih baik melangkah,selangkah demi selangkah dari pada melangkah di dalam pikiran.... gak ada realisanya.
    gitu dong... akhirnya blognya novi launching juga...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dunia di Balik Lemari Kaca

Palem Permai, Bandung, 11.11.2012. 

Udara pagi Bandung membuatku masih betah meringkuk dalam selimut tebal. Namun suara celoteh Shazia, sudah ramai terdengar dari ruang tengah. Akhirnya rasa malas bergerak terkalahkan oleh rasa kangen untuk bermain dan ngobrol dengan si neng geulis ini. Kusingkap selimut, lalu mencuci muka sambil menahan dingin air kran. 
Hmm…aku mencium wangi kopi dari ruang meja makan. Hehe..rupanya pagi ini aku mendapat secangkir kopi gratis dari Abinya Shaz yang mendadak jadi barista. Bunda Iroy sudah menyiapkan sarapan dengan menu Padangnya. Sementara Kak Sil sudah di meja makan, sibuk dengan dendeng, lemper ayam, plus kopi di cangkir besarnya. 
Di Bandung kok menu Padang? Mana bubur ayam Mang Oyo-nya? Jangan tanya, duduk dan makan saja semua yang ada :)
Namanya Silvi Pitriani, Kak Sil begitu biasanya aku memanggil. Dia adalah tetangga sebelah kamar kosan, yang semalam baru saja menculikku. Tepatnya untuk menemaninya nyupir ke airport, menjemput temannya yaitu Bu Na…

Perjalanan Menuju “Dieng Plateu” Negeri Cantik di Bawah Langit

Pagi jam 07.00 kita mulai perjalanan dari Jogja menuju Dieng lewat arah Temanggung. Masih dengan tim yang sama, aku, Wenny dan Ucup. Setelah sehari sebelumnya berkutat muter-muter dalam kota saja di Jogja, sekarang saatnya perjalanan luar kota. Modal nekat aja sih karena aku sendiri belum pernah kesana dan rute itupun ku dapat cuma melalui telp dari Bapak. Perjalanan dari Jogja menuju Secang Magelang sekitar satu jam. Selanjutnya menuju arah Temanggung dan Wonosobo. Perjalanan yang cukup lancar mengingat jalur luar kota tidak serumit jalur dalam kota. Cukup memperhatikan tanda dan arah jalur yang dipasang di jalan. 
Saat sampai di Temanggung menuju Wonosobo, awan mendung mulai mengikuti. Perjalanan masih naik terus, dan terus berkelak-kelok. Bau kampas dari truck dan bis mini bercampur jadi satu dengan bau tanah basah saat gerimis mulai turun. Sejam kemudian hujan deras benar-benar turun. Kita memutuskan berhenti dulu di pom bensin untuk sholat dan cari makanan hangat sebelum melanju…

Bertandang ke Kota Sri Sultan

05 April 2012, 18:00 WIB
Saatnya eksekusi planning liburan yang aku buat secara spontan seminggu yang lalu dengan Wenny dan Ucup. Setelah urusan Report Exclusion kelar, keluar dari Gedung Panin di Pandanaran menuju ke kosan buat packing dan ngurus masalah transportasi. Kita bertiga memutuskan untuk langsung perjalanan malam menuju Jogja selepas ngantor. Ceritanya biar bisa istirahat dulu dan perjalanan gak tergesa-gesa. Semua barang sudah dimasukkan, perut juga sudah kenyang, tak ketinggalan bantal kesayangan, mari kita tinggalkan Semarang menuju ke kota Sri Sultan. Sekilas kulihat jam di tangan menunjukkan pukul 21:00. 
Perjalanan cukup lancar. Sesekali melewati truk-truk besar dengan kepulan asap hitamnya laksana cumi-cumi jalanan menghiasi seputaran kota Ungaran menuju Bawen. Wenny sudah mulai pelor nampaknya di belakang. Aku sendiri menemani Ucup menikmati perjalanan berkelok menembus gelap jalur sepanjang Magelang. Ini adalah kali pertamanya dia menuju ke Jogja melewati jalur utara…